Nabih Berri: Kita Bersama-sama Membebaskan dan Membangun Kembali Lebanon
-
Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri
Pars Today - Ketua Parlemen Lebanon, pada hari peringatan pembebasan negaranya, seraya merujuk bahwa "musuh Zionis tidak akan ragu sejenak pun untuk membalas dendam kepada Lebanon", mengatakan bahwa "kita bersama-sama mampu membebaskan dan membangun kembali Lebanon."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon, dalam sebuah pernyataan pada kesempatan hari peringatan pembebasan Lebanon, menulis: "Tahun ini, tanggal 25 Mei tiba sementara tanah, rakyat, tekad bangsa, dan semua elemen yang menciptakan momen cemerlang ini dalam sejarah negara kita, selama tiga tahun terakhir telah menjadi sasaran agresi Israel yang terus-menerus. Sejak Februari lalu, agresi ini telah berbentuk perang genosida dan kehancuran yang menargetkan semua aspek kehidupan di Lebanon selatan, Beqaa, dan pinggiran selatan Beirut. Kami telah memperingatkan hal ini pada hari-hari awal setelah pembebasan pada Mei 2000, dan mengatakan bahwa pembebasan tanah dan rakyat adalah 'jihad kecil' (jihad al-asghar) yang harganya adalah pengorbanan tertinggi dan paling murni, para syuhada, korban luka, dan tawanan, sementara menjaga dan melindungi pencapaian ini adalah 'jihad besar' (jihad al-akbar)."
Dalam pernyataan ini disebutkan: "Rezim Israel, yang terusir dari tanah kita, tidak akan ragu sejenak pun untuk membalas dendam kepada Lebanon; Lebanon yang dalam pertempuran pembebasan memberikan pelajaran tentang martabat, persatuan, dan pengorbanan. Pelajaran ini tidak dapat dipahami oleh rezim yang hanya mengkhususkan diri dalam seni membunuh, menghancurkan, pemindahan paksa, pembunuhan anak-anak, dan melanggar segala sesuatu yang manusiawi dan suci."
Nabih Berri menambahkan bahwa hari pembebasan tahun ini bertepatan dengan Idul Adha; saat di mana bangsa, dengan semua etnis, warna, hati, dan suaranya, bersatu dalam ketaatan kepada Tuhan dan dalam kesatuan tujuan.
Ketua Parlemen Lebanon dalam pernyataannya, merujuk pada agresi rezim Zionis terhadap semua lapisan dan sekte di Lebanon, menuntut pembebasan dari penyebaran kebencian dan penghentian fitnah. Ia juga menuntut kesiapan untuk berkorban dan bertahan dalam membela tanah dan perbatasan Lebanon serta menghadapi para penjajah.
Ia, seraya memuji dan berterima kasih kepada semua kekuatan perlawanan, personel militer, dan seluruh rakyat Lebanon yang membela negara mereka, menegaskan: "Kita bersama-sama mencapai pembebasan, dan bersama-sama kita mampu membebaskan dan membangun kembali Lebanon." (MF)