Jaberi Ansari: Kehadiran Iran di Suriah atas Permintaan Damaskus
-
Jaberi Ansari, deputi Menlu Iran
Hossein Jaberi Ansari, deputi menlu Iran untuk Arab dan Afrika mengatakan, kehadiran pasukan Iran di krisis Suriah berdasarkan permintaan pemerintah negara ini dan kesepakatan Tehran-Damaskus serta tidak harus mengikuti kesepakatan pihak manapun di kawasan dan internasional.
IRNA melaporkan, Hossein Jaberi Ansari Sabtu (15/7) di sela-sela pertemuan dengan Alexander Lavrentiev, utusan khusus presiden Rusia untuk Suriah di Tehran dan ketika menyinggung kesepakatan AS dan Rusia untuk menerapkan gencatan senjata di barat daya Suriah menambahkan, "Kesepakatan pihak lain terkait dengan Iran bahkan jika dilakukan, tidak akan membuahkan hasil praktis dan signifikan mengenai kehadiran Tehran."
Jaberi Ansari mengungkapkan, Iran hadir di Suriah secara terbatas dan terencana serta berdasarkan permintaan dan kesepakatan dengan pemerintah Damaskus. Dan kehadiran ini ditujukan untuk memulihkan stabilitas dan ketenangan di Suriah.
Deputi menlu Iran ini seraya menekankan pentingnya peran bangsa Suriah dalam mengakhiri krisis di negaranya menjelaskan, Republik Islam Iran menghendaki segera diakhirinya krisis dan tragedi kemanusiaan serta proses destruktif di Suriah.
Seraya mengisyaratkan pergerakan terbaru rezim Zionis Israel di Masjid al-Aqsa, Jaberi Ansari mengungkapkan, "Rakyat Palestina tidak memiliki solusi kecuali resistensi dihadapan arogansi dan kebijakan ekspansif rezim Zionis dan bangsa serta negara kawasan harus berdiri di samping bangsa tertindas Palestina dengan menghindari bentrokan internal.
"Proses politik membuka peluang untuk mengakhiri bentrokan di kawasan dan memperhatikan isu utama dunia Islam yakni Palestina," papar Jaberi Ansari. (MF)