Larijani: Irak harus Pertahankan Integritas Teritorialnya
-
Ali Larijani, Ketua Parlemen RII
Ketua Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, pemerintah Baghdad harus mempertahankan integritas teritorial Irak agar negara ini di masa mendatang menjadi lebih kuat, aman dan demokratis di kawasan.
Ali Larijani mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Jenderal Erfan al-Hiyali, Menteri Pertahanan Irak di Tehran, ibukota Iran, Minggu (23/7/2017) sore.
"Irak memiliki posisi yang bernilai di kawasan, sebab, negara ini memiliki populasi penduduk yang besar dan sumber daya yang melimpah. Irak harus mampu menggunakan sumber daya yang sangat berharga ini," imbuhnya.
Larijani lebih lanjut menyinggung pentingnya untuk menjaga persatuan di antara rakyat Irak.
Ia menegaskan, empati dan kebersamaan antara rakyat dan Angkatan Bersenjata Irak akan menciptakan kemampuan yang baik bagi negara ini, sebab, sejumlah negara berusaha menciptakan perpecahan dalam internal Irak dan mengangkat isu pembagian wilayah negara ini.
Ketua Parlemen Iran juga menyinggung konspirasi baru rezim Zionis Israel di kawasan.
"Republik Islam Iran akan berada di samping rakyat dan pemerintah Irak seperti di masa pemberantasan terorisme, dan mendukung persatuan kelompok-kelompok dan suku Irak," pungkasnya.
Sementara itu, Menhan Irak dalam pertemuan tersebut mengatakan, bangsa dan rakyat Irak tidak akan pernah melupakan dukungan orang-orang yang tidak membiarkan mereka sendirian dalam perang melawan teroris.
"Rakyat Irak tidak akan membiarkan pihak politik manapun untuk membagi negara mereka, sebab, kemenangan dalam melawan teroris berhutang budi pada darah-darah mereka yang mengorbankan nyawanya untuk melindungi persatuan Irak," kata al-Hiyali.
Pemerintah otonomi Kurdistan mengumumkan akan menggelar referendum independensi wilayah ini dari Irak pada 25 September 2017 mendatang. Tapi, sebagian pihak di Kurdistan sendiri menentang referendum tersebut. (RA)