Hamas: Pembebasan Tahanan Prioritas Utama Kami
-
Hamas
Pars Today - Gerakan Hamas, bertepatan dengan "Hari Tahanan Palestina", menegaskan bahwa pembebasan mereka berada di puncak prioritas Hamas, dan diperlukan intervensi internasional segera untuk melindungi tahanan Palestina di penjara-penjara rezim Israel.
Melaporkan dari kantor berita Shahab, IRNA, Jumat, 17 April 2026, dalam pernyataannya, Hamas menuntut penghentian pelanggaran mengerikan terhadap hak-hak tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Mereka juga mendesak tekanan pada rezim tersebut untuk mencabut undang-undang kejam hukuman mati terhadap tahanan Palestina, serta mewujudkan hak sah mereka untuk dibebaskan.
Hamas menyatakan bahwa Hari Tahanan Palestina tahun ini tiba pada saat kabinet fasis Israel telah mengesahkan undang-undang rasis hukuman mati terhadap tahanan Palestina. Saat ini, kondisi sekitar 9.500 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel terus memburuk. Lebih dari 300 dari tahanan ini adalah anak-anak, dan 84 lainnya adalah perempuan. Selain itu, sekitar 1.500 warga yang diculik dari Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 ditahan di tempat-tempat penahanan rahasia oleh rezim Israel. Mereka disiksa dalam bentuk penyiksaan mental dan fisik yang paling mengerikan, dirampas dari hak-hak dasar kemanusiaan, dan puluhan di antaranya telah gugur.
Hamas menegaskan bahwa pengesahan undang-undang hukuman mati untuk tahanan Palestina oleh kabinet fasis Israel sekali lagi mengungkap rasisme dan kebiadaban kejahatannya. Ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa Keempat, yang melarang hukuman kolektif, eksekusi, dan penghilangan paksa.
Gerakan tersebut menambahkan bahwa solidaritas dengan tahanan Palestina dan upaya pembebasan mereka dari penjara Israel adalah perjuangan nasional dan internasional yang adil, dan akan tetap menjadi prioritas utama gerakan ini.
Hamas menegaskan bahwa intensifikasi kejahatan para penjajah terhadap tahanan Palestina tidak akan melemahkan tekad mereka, tetapi justru akan memperkuat ketahanan dan tekad mereka. Kejahatan mengerikan ini tidak akan dilupakan seiring waktu, dan para pelakunya, bagaimanapun lama waktu yang dibutuhkan, tidak akan bisa lolos dari hukuman.
Hamas juga menyatakan bahwa para penjajah sepenuhnya bertanggung jawab atas nyawa dan keamanan tahanan Palestina, serta ribuan warga Palestina yang diculik dari Jalur Gaza di penjara dan tempat penahanan, dan proses penghilangan paksa. Hamas mengutuk kebisuan internasional terhadap eksekusi dan pembunuhan tahanan yang disengaja.
Gerakan ini mendesak PBB, Dewan Hak Asasi Manusia, dan organisasi hak asasi manusia di seluruh dunia untuk segera bertindak menghentikan kejahatan para penjajah, memungkinkan kunjungan komite investigasi internasional ke penjara-penjara Israel, mengkaji kondisi tahanan Palestina, serta memberikan tekanan untuk pembebasan segera mereka.
Hamas juga menyerukan umat Islam dan masyarakat yang mencintai kebebasan di seluruh dunia untuk terus mendukung tahanan Palestina dengan segala cara yang memungkinkan.
Gerakan ini juga mendesak semua faksi Palestina untuk menyatukan upaya mereka, bertindak untuk melindungi para tahanan, dan merawat keluarga mereka.
Hamas juga mengapresiasi gerakan akar rumput dan acara solidaritas yang diadakan untuk mendukung tahanan Palestina di kota-kota dan ibu kota di seluruh dunia.(sl)