Hamas: AS dan Penjamin Kesepakatan Wajib Hentikan Keganasan Zionis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189592-hamas_as_dan_penjamin_kesepakatan_wajib_hentikan_keganasan_zionis
Pars Today - Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), dalam sebuah pernyataan, mengecam eskalasi serangan tentara rezim Zionis di berbagai wilayah Jalur Gaza. Hamas menyebutnya sebagai pelanggaran eksplisit terhadap kesepakatan-kesepakatan terbaru dan hukum internasional.
(last modified 2026-05-07T05:52:39+00:00 )
May 07, 2026 12:49 Asia/Jakarta
  • Hamas
    Hamas

Pars Today - Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), dalam sebuah pernyataan, mengecam eskalasi serangan tentara rezim Zionis di berbagai wilayah Jalur Gaza. Hamas menyebutnya sebagai pelanggaran eksplisit terhadap kesepakatan-kesepakatan terbaru dan hukum internasional.

Dilansir IRNA Kamis dini hari dari kantor berita Shehab, 7 Mei 2026, Hamas dalam pernyataannya mengumumkan, "Eskalasi serangan tentara penjajah Zionis terhadap warga sipil di Jalur Gaza, pemboman di lingkungan Al-Daraj dan Al-Zaytoun di Kota Gaza serta wilayah Al-Mawasi di barat Khan Younis, telah mengakibatkan sejumlah warga kami gugur dan terluka. Ini menunjukkan tekad musuh untuk melanggar perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani di Sharm Sheikh, dalam rangka melanjutkan perang genosida terhadap rakyat kami di Jalur Gaza."

Pernyataan itu menambahkan, "Rezim pendudukan terus melanjutkan kejahatan-kejahatan brutal terhadap rakyat kami di bawah perlindungan gencatan senjata, tanpa menghadapi respons yang menghalangi terhadap pelanggaran serius terhadap perjanjian dan hukum humaniter internasional."

Hamas menyerukan kepada pemerintah AS dan negara-negara penjamin kesepakatan Sharm Sheikh agar segera bertindak untuk mengendalikan para penjajah fasis dan memaksa mereka menghentikan agresi terhadap warga sipil tak berdosa di Jalur Gaza.

Gerakan Palestina itu juga menyerukan kepada PBB dan badan-badannya, terutama Dewan Keamanan, untuk mengambil sikap yang menjamin perlindungan bagi rakyat Palestina dan menghentikan kesewenang-wenangan mesin pembunuh Zionis terhadap warga sipil.

Sumber-sumber lokal, Rabu (6/5) sore, melaporkan adanya dua ledakan di sekitar Kampus Terapan di wilayah Al-Mawasi, Khan Younis. Menurut laporan awal, serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan drone.

Gaza kembali berguncang. Meskipun gencatan senjata Sharm Sheikh ditandatangani dengan penuh tanda tangan dan publikasi, pelanggaran tampaknya menjadi kebijakan, bukan pengecualian. Al-Daraj, Al-Zaytoun, Al-Mawasi, nama-nama ini kembali muncul dalam laporan kematian. Hamas menuduh Zionis secara sistematis melanggar perjanjian dan menyerukan kepada para penjamin untuk turun tangan. Namun sejauh ini, kata-kata di atas tidak mampu menghentikan drone yang melesat di langit Gaza. Bagaimana genosida bisa berakhir jika gencatan senjata hanya menjadi ilusi untuk mengulur waktu?(Sail)