Perjanjian Abraham; Rencana Gagal yang Terbakar dalam Api Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i190660-perjanjian_abraham_rencana_gagal_yang_terbakar_dalam_api_gaza
Pars Today – Harian Al-Quds Al-Arabi menilai bahwa Perjanjian Abraham untuk normalisasi hubungan dengan rezim Zionis merupakan sebuah rencana yang sejak awal sudah gagal.
(last modified 2026-05-30T12:30:46+00:00 )
May 30, 2026 19:25 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Pars Today – Harian Al-Quds Al-Arabi menilai bahwa Perjanjian Abraham untuk normalisasi hubungan dengan rezim Zionis merupakan sebuah rencana yang sejak awal sudah gagal.

Perjanjian Abraham atau Abraham Accords adalah serangkaian kesepakatan yang mencakup normalisasi hubungan diplomatik antara rezim Zionis dan beberapa negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab dan Bahrain. Kesepakatan ini diumumkan pada Agustus dan September 2020, dan ditandatangani di Amerika Serikat pada 15 September 2020. Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Tasnim, Al-Quds Al-Arabi menilai bahwa Perjanjian Abraham adalah proyek yang sejak awal telah gagal dan kini telah keluar dari agenda negara-negara Arab.

 

Harian lintas kawasan tersebut dalam laporannya berjudul “Donald Trump Gagal Memaksakan Perluasan ‘Perjanjian Abraham’ dalam Negosiasi dengan Iran” menyatakan bahwa realitas kawasan menunjukkan banyak negara Arab tidak menjadikan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis sebagai prioritas, terutama dengan berlanjutnya perang di Gaza dan tidak adanya kemajuan nyata menuju pembentukan negara Palestina.

 

Menurut laporan itu, dalam sejumlah kontak yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump dengan para pemimpin beberapa negara Arab dan Muslim, ia berupaya mendorong negara-negara baru untuk bergabung dalam kesepakatan tersebut sebagai bagian dari pengaturan yang lebih luas terkait negosiasi Amerika Serikat dan Iran. Namun inisiatif tersebut tidak hanya tidak mendapatkan respons berarti, tetapi juga diabaikan atau ditolak secara langsung.

 

Al-Quds Al-Arabi juga menyoroti sikap tegas Pakistan dalam isu ini, dan menyebut bahwa Khawaja Asif menegaskan bahwa bergabung dengan Perjanjian Abraham bertentangan dengan prinsip dasar kebijakan luar negeri negaranya, serta membantah adanya kecenderungan resmi menuju normalisasi hubungan dengan Israel.

 

Menurut laporan tersebut, para pakar berpendapat bahwa Perjanjian Abraham, yang pada masa pemerintahan pertama Trump dipromosikan sebagai proyek untuk mengubah wajah kawasan Asia Barat, gagal mencapai tujuan yang dirancang.

 

Al-Quds Al-Arabi juga menyatakan bahwa serangan rezim Zionis ke Jalur Gaza merupakan pukulan berat terhadap proses normalisasi tersebut. Perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah memberikan dampak serius terhadap jalur normalisasi, karena mengembalikan isu Palestina ke pusat perhatian publik dan politik di kawasan, serta mendorong sejumlah pemerintah untuk menunda atau memperlambat setiap langkah menuju perluasan hubungan dengan Israel. (MF)