Yasir, Mata Langit Iran: Drone Pengintai yang Tak Terdeteksi Radar
-
Drone Yasir
Pars Today - Kemajuan industri drone Republik Islam Iran dalam beberapa dekade terakhir terus menunjukkan tren positif. Drone buatan Iran telah membuktikan nilai strategisnya yang tinggi dalam berbagai misi pengawasan, pengintaian, penargetan, hingga operasi ofensif di medan pertempuran kawasan, sejalan dengan meningkatnya dinamika konflik regional.
Menurut laporan Pars Today, 9 Mei 2026, dalam tahun-tahun terakhir, kapabilitas drone Iran mengalami lompatan signifikan berkat fokus pada dua aspek: kuantitas dan kualitas. Kini, Iran telah bertransformasi menjadi kekuatan drone regional dan menempati posisi istimewa di antara negara-negara pemilik teknologi drone.
Republik Islam Iran saat ini termasuk segelintir negara di dunia yang konsisten menunjukkan kemajuan dalam perancangan, pengembangan, dan produksi berbagai jenis drone. Salah satu drone paling sukses yang diproduksi Iran, khususnya dalam aspek operasional, adalah drone Yasir.
Sekilas Tentang Yasir
Yasir adalah drone berjangkauan menengah, berdimensi kecil, diproduksi secara domestik oleh ahli Iran, dan telah berhasil menjalankan numerous misi, termasuk pengintaian serta pengiriman gambar dari kapal-kapal asing di Teluk Persia. Drone ini sejatinya merupakan hasil rekayasa balik (reverse engineering) dari drone ScanEagle buatan Boeing, Amerika Serikat. ScanEagle awalnya dikembangkan untuk industri perikanan dan pengawasan wilayah laut, tetapi kemudian teknologinya ditingkatkan dan diadopsi oleh Korps Marinir AS untuk misi pengintaian, khususnya dalam operasi luar negeri di Irak dan negara-negara lainnya.
Pada Desember 2012 (Azar 1391), drone ScanEagle berhasil "ditangkap" oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Para ahli Iran kemudian melakukan proses rekayasa balik, dan setelah melalui tahap komersialisasi serta produksi massal, drone ini diserahkan kepada angkatan bersenjata. Tak lama kemudian, gambar-gambar jalur produksi massal drone ini di industri pertahanan Iran dirilis dengan nama Sayeh (Bayangan). Sayeh merupakan varian pertama hasil rekayasa balik dari ScanEagle.
Selanjutnya, varian lain dengan nama Yasir diserahkan kepada satuan darat dan laut Artesh Iran (tentara reguler), dengan ciri khas ekor berbentuk angka 8. Drone Yasir resmi diperkenalkan pada Oktober 2013 (Mehr 1392) di satuan drone Artesh yang berlokasi di Parandak, dengan kehadiran Amir Sartip Pourdastan, komandan saat itu dari Artesh Iran, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Pada November 2015 (Aban 1394), komandan Artesh saat itu mengumumkan bahwa Yasir untuk pertama kalinya dioperasikan dalam latihan militer Mohammad Rasulallah (SAW) 3.
Drone Yasir juga telah menjalankan misi pengintaian di atas Laut Kaspia dalam latihan keamanan maritim 98, serta kembali menunjukkan kapabilitasnya dalam latihan laut Amniyat-e Paydar 1400 di wilayah yang sama. Dalam latihan-latihan militer tersebut, drone Yasir bersama satuan pertahanan udara Artesh Iran berhasil mengidentifikasi target-target yang ditentukan dan mengirimkan informasi secara real-time ke pusat kendali dan komando.
Yasir juga telah mencatat sejumlah misi sukses lainnya, termasuk pengintaian dan pengiriman gambar dari kapal-kapal asing di Teluk Persia. Drone ini pernah tampil dalam pameran internasional seperti MAKS 2017 di Rusia dan ADEKS 2018 di Azerbaijan.
Spesifikasi Teknis
Drone Yasir memiliki panjang sekitar 1 meter, rentang sayap 3 meter, dan berat diperkirakan sekitar 20 kilogram. Drone ini dikendalikan melalui koneksi dengan stasiun kendali darat bergerak. Yasir memiliki daya tahan terbang tinggi, kamera berkinerja sangat baik, serta kemampuan mengawasi dan mengidentifikasi titik-titik buta (blind spots).
Berbekal bobotnya yang ringan, Yasir tidak memerlukan landasan pacu untuk lepas landas, cukup diluncurkan menggunakan launcher (sistem udara bertekanan). Drone ini memiliki radius operasional 200 kilometer, kemampuan pengambilan gambar 360 derajat dengan pembesaran hingga 40 kali, sudut pandang hingga 56 derajat dengan resolusi dan kejernihan sangat tinggi, serta ketinggian terbang maksimal 15.000 kaki.
Kecepatan maksimum Yasir mencapai 120 km/jam. Dilengkapi kamera elektro-optik, kamera inframerah, dan jangkauan komunikasi sekitar 200 kilometer, drone ini mampu mengirimkan gambar presisi dengan kualitas sangat tinggi. Yasir diluncurkan via launcher (platform peluncuran) dan dipulihkan menggunakan parasut.
Drone ini mampu menjalankan misi pengintaian berkat kamera berteknologi mutakhir, didukung oleh keunggulan seperti bobot ringan, kecepatan, dan mobilitas tinggi. Salah satu kapabilitas khusus Yasir adalah sifatnya yang stealth (rendah deteksi radar), sehingga sistem radar dan pertahanan udara musuh sulit mengidentifikasinya.
Komponen utama Yasir, seperti sayap, badan, dan ekor, dapat dipisahkan dan disimpan dengan mudah dalam wadah kokoh, sehingga sangat portabel. Ini merupakan keunggulan signifikan untuk mobilitas operasional.
Yasir tidak memiliki roda pendaratan. Seperti model aslinya, drone ini mulai terbang dengan bantuan peluncur yang dapat dilepas. Pendaratan juga dilakukan tanpa roda: Yasir mendarat dengan "dada"-nya, yang telah dilengkapi peredam kejut untuk mencegah kerusakan. Kapabilitas ini sangat penting karena memungkinkan Yasir beroperasi lepas landas dan mendarat di hampir semua lokasi, tanpa bergantung pada landasan bandara.
Mekanisme Kendali Yasir
Drone Yasir dioperasikan oleh dua pilot: satu pilot eksternal yang berada di dekat lokasi peluncuran untuk melakukan take-off dan pengaturan awal, kemudian menyerahkan kendali kepada pilot internal. Pilot internal bertugas mengarahkan drone dari dalam stasiun kendali darat. Namun, Yasir juga dilengkapi memori internal dan sistem pilot otomatis, sehingga dalam pelaksanaan misi, drone ini dapat mengandalkan ketiga elemen tersebut secara simultan.(Sail)