Hamas: Permintaan Perlucutan Senjata Hanya Dalih Zionis Ingkar Janji
-
Hamas
Pars Today - Seorang pemimpin Hamas menegaskan bahwa tuntutan perlucutan senjata hanyalah dalih rezim Zionis untuk menghindari komitmen-komitmennya.
Dilansir Pars Today, 3 Mei 2026, Mohammad Nazzal, anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) yang berada di luar negeri, menyatakan bahwa tujuan rezim Zionis adalah melucuti semua kelompok perlawanan tanpa kecuali. Syarat yang diajukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ini, menurut Nazzal, digunakan sebagai alasan untuk melarikan diri dari pelaksanaan kewajiban pada tahap pertama kesepakatan.
Pemimpin Hamas itu merujuk pada pengalaman masa lalu di mana Hamas dan faksi perlawanan lainnya telah memberikan konsesi, termasuk pembebasan tahanan hidup dan meninggal secara bersamaan, tetapi pihak pendudukan justru melanjutkan agresi mereka.
Nazzal menegaskan bahwa Hamas menginginkan program aksi yang jelas, tenggat waktu tertentu, dan jaminan timbal balik untuk memastikan bahwa perang dan genosida tidak akan kembali terjadi. Ia menyebut ancaman Netanyahu untuk melanjutkan perang sebagai "pemerasan tidak berharga".
Lebih lanjut, Nazzal menyatakan bahwa posisi Hamas tidak lahir dari kepentingan faksi atau egois, melainkan dari upaya memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina yang ingin mendapatkan jaminan nyata untuk menghentikan genosida, memastikan genosida tidak terulang kembali, serta meraih hak-hak politik sah mereka.(sl)