Bukan Krim Anti-Penuaan, Riset: Travel Kunci Awet Muda Alami
https://parstoday.ir/id/news/world-i189762-bukan_krim_anti_penuaan_riset_travel_kunci_awet_muda_alami
Pars Today - Para peneliti Australia menyatakan bahwa pengalaman positif dari perjalanan dengan menempatkan individu di lingkungan baru, meningkatkan aktivitas fisik, memperluas interaksi sosial, dan menumbuhkan emosi positif, dapat membantu menjaga kesehatan fisik maupun mental, serta memperlambat proses penuaan.
(last modified 2026-05-10T06:29:00+00:00 )
May 10, 2026 13:24 Asia/Jakarta
  • Travel
    Travel

Pars Today - Para peneliti Australia menyatakan bahwa pengalaman positif dari perjalanan dengan menempatkan individu di lingkungan baru, meningkatkan aktivitas fisik, memperluas interaksi sosial, dan menumbuhkan emosi positif, dapat membantu menjaga kesehatan fisik maupun mental, serta memperlambat proses penuaan.

Dilansir IRNA, 10 Mei 2026, situs Science Daily dalam sebuah laporan menyebutkan, sebagian besar orang mengandalkan krim anti-penuaan untuk mengatasi kerutan kulit. Namun, peneliti dari Edith Cowan University, Australia, menyatakan bahwa terdapat cara yang lebih efektif dan menyenangkan untuk mencapai tujuan tersebut: yakni dengan bepergian.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2024, para peneliti menunjukkan bahwa pengalaman positif dari perjalanan berpotensi membantu kesehatan fisik dan mental, serta memperlambat sejumlah tanda-tanda penuaan. Penelitian ini memposisikan perjalanan bukan sekadar istirahat biasa.

Bagaimana Perjalanan Memengaruhi Proses Penuaan?

Fangli Hu, mahasiswa doktoral di Edith Cowan University, menjelaskan, "Penuaan tidak dapat dipulihkan. Kita tidak bisa menghentikannya, tetapi kita bisa memperlambatnya."

Menurutnya, perjalanan membantu meningkatkan kesehatan melalui beberapa mekanisme: menempatkan individu di lingkungan baru, mendorong aktivitas fisik, memperkuat koneksi sosial, dan membangkitkan emosi positif.

Dampak Perjalanan pada Sistem Pertahanan Tubuh

Travel therapy (terapi perjalanan) dapat bertransformasi menjadi alat ampuh untuk menjaga kesehatan. Pengalaman positif dari perjalanan berpotensi membantu tubuh melalui empat jalur:

Aktivitas fisik: Berjalan kaki, mendaki gunung, bersepeda, dan berbagai aktivitas lain selama perjalanan meningkatkan metabolisme tubuh serta memperbaiki sirkulasi darah.

Pengurangan stres: Lingkungan baru yang menenangkan selama perjalanan menurunkan stres kronis dan menyeimbangkan sistem imun.

Penguatan sistem imun: Pengalaman baru dalam perjalanan merangsang sistem pertahanan tubuh, menjadikannya lebih tangguh.

Perbaikan jaringan: Hormon-hormon yang bermanfaat untuk regenerasi jaringan mungkin dilepaskan selama perjalanan yang menyenangkan.

Hu menjelaskan, "Partisipasi dalam aktivitas-aktivitas ini dapat memperkuat sistem imun tubuh dan membuatnya lebih resisten terhadap ancaman eksternal."

Risiko di Balik Manfaat

Perjalanan tidak selalu bermanfaat bagi kesehatan. Wisatawan mungkin menghadapi penyakit menular, kecelakaan, makanan tidak sehat, atau risiko lainnya. Dalam konteks ini, Hu menyatakan, "Contoh nyata adalah krisis global COVID-19."

Poin pentingnya adalah: tidak semua perjalanan menunda penuaan. Yang berpotensi membantu tubuh dan pikiran berfungsi lebih optimal adalah pengalaman positif dari perjalanan, yakni kombinasi antara kebaruan, ketenangan, aktivitas fisik, dan koneksi sosial.

Perjalanan yang aman, menenangkan, dan disertai aktivitas fisik tidak hanya menciptakan kenangan. Lebih dari itu, perjalanan semacam ini dapat berkontribusi pada proses penuaan yang lebih sehat dan berkualitas.(Sail)