Rusia Desak AS dan Bahrain Cabut Draf Resolusi Iran di PBB
https://parstoday.ir/id/news/world-i189712-rusia_desak_as_dan_bahrain_cabut_draf_resolusi_iran_di_pbb
Pars Today - Alimov Alexander Sergeevitch, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, menyampaikan harapan bahwa negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat pada akhirnya akan membuahkan hasil. Ia juga meminta Washington dan Manama untuk menarik kembali rancangan resolusi mereka di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
(last modified 2026-05-09T07:19:53+00:00 )
May 09, 2026 14:12 Asia/Jakarta
  • Alimov Alexander Sergeevitch, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia
    Alimov Alexander Sergeevitch, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia

Pars Today - Alimov Alexander Sergeevitch, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, menyampaikan harapan bahwa negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat pada akhirnya akan membuahkan hasil. Ia juga meminta Washington dan Manama untuk menarik kembali rancangan resolusi mereka di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dilansir IRNA mengutip TASS, 9 Mei 2026, Sergeevitch menyatakan, "Kami tidak dapat mendukung rancangan ini. Kami meminta para penyusun rancangan resolusi, Amerika Serikat dan Bahrain, untuk menarik kembali dokumen mereka dan tidak terburu-buru dalam pengambilan keputusan."

Dalam wawancara dengan surat kabar Izvestia, Sergeevitch menjelaskan bahwa rancangan resolusi Rusia dan Tiongkok masih berada di meja perundingan. Dokumen tersebut "memuat permintaan jelas kepada para pihak untuk mengakhiri perang, menahan diri dari penggunaan kekuatan, serta menyelesaikan perselisihan melalui meja perundingan, dengan sebagian klausul menekankan pentingnya menjamin kebebasan pelayaran".

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia ini menegaskan, "Kami berharap negosiasi pada akhirnya mencapai hasil. Kami senantiasa mendukung penghentian kekerasan tanpa syarat, serta solusi diplomatik dan politik yang mengarah pada kesepakatan berkelanjutan antara Washington dan Tehran."

Dialog Diplomat Rusia dengan Negara-Negara Teluk Persia Soal Timur Tengah dan Selat Hormuz

Dalam perkembangan lain, Sergeevitch bersama para duta besar dan perwakilan diplomatik negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia (PGCC) menggelar pertemuan di Moskow pada Jumat (8/5), membahas perkembangan Timur Tengah dan situasi di Selat Hormuz.

Dilansir TASS, Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan Jumat (8/5) menyatakan bahwa Sergeevitch dalam pertemuan tersebut menegaskan posisi Moskow terkait isu Iran, seraya meminta semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dari tindakan sepihak dan konfrontatif yang dapat melemahkan saling pengertian antara Iran dan Amerika Serikat.

Kemenlu Rusia menambahkan, "Para peserta pertemuan sepakat untuk melanjutkan kerja sama di PBB guna meredakan ketegangan di Teluk Persia secara cepat. Mereka juga menekankan pentingnya upaya diplomatik dalam menyelesaikan krisis."

Berdasarkan pernyataan tersebut, pertemuan ini juga membahas rancangan resolusi yang diajukan Amerika Serikat dan Bahrain terkait Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada Kamis (7/5), Misi Rusia di PBB menanggapi rancangan resolusi yang diusulkan Amerika Serikat dan para pendukungnya tentang Selat Hormuz dengan menyatakan penolakan. Pernyataan tersebut menegaskan, "Sejak awal eskalasi ketegangan tanpa preseden di Timur Tengah, yang merupakan dampak langsung agresi tanpa alasan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, negara kami secara konsisten mendukung penghentian kekerasan tanpa syarat serta penyelesaian politik-diplomatik yang mengarah pada kesepakatan berkelanjutan antara Washington dan Teheran."

Misi Rusia menekankan, "Penting untuk melindungi jalur diplomatik dari segala bentuk provokasi, termasuk retorika keras dan tindakan militer, yang dapat mengganggu proses negosiasi yang masih rapuh, terutama dalam kondisi di mana Presiden Trump berbicara tentang mengakhiri konflik."

Sebelumnya, rancangan resolusi anti-Iran yang diajukan Bahrain mengenai Selat Hormuz, atas nama negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia (kecuali Oman) serta Yordania, pasca-agresi Amerika dan Israel terhadap Iran, telah diveto oleh Tiongkok dan Rusia dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 7 April 2026 (18 Farvardin 1405).(Sail)