Blinken: Iran Pegang Kendali, AS Butuh Exit Strategy
https://parstoday.ir/id/news/world-i189722-blinken_iran_pegang_kendali_as_butuh_exit_strategy
Pars Today - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa konsekuensi perang terhadap Iran bersifat "nyata", dan Donald Trump kini tengah mencari jalan untuk keluar dari konflik tersebut.
(last modified 2026-05-09T08:16:57+00:00 )
May 09, 2026 15:14 Asia/Jakarta
  • Antony Blinken, mantan Menlu AS
    Antony Blinken, mantan Menlu AS

Pars Today - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa konsekuensi perang terhadap Iran bersifat "nyata", dan Donald Trump kini tengah mencari jalan untuk keluar dari konflik tersebut.

Dilansir Pars Today mengutip Press TV, 9 Mei 2026, Antony Blinken, mantan Menlu AS, pada Jumat (9/5) malam menulis di ruang digital bahwa Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, kini menghadapi dua keterbatasan: harga yang terus melonjak dan cadangan amunisi yang menipis.

"Namun, persoalannya telah melampaui sekadar harga dan menyentuh ketersediaan barang. Dampaknya bagi ekonomi global dan rakyat Amerika adalah nyata," tulisnya.

Ia menambahkan, "Presiden sedang mencari jalan keluar. Saya berharap ia menemukannya. Sebuah kesepakatan harus tercapai. Namun, Iran kini memegang daya tawar (leverage) dan akan menggunakannya."

Analis: Trump Tak Akan Dapat Kesepakatan Lebih Baik dari Era Obama

Michael Maloof, mantan analis Pentagon, dalam wawancara dengan jaringan Al-Mayadeen menyatakan bahwa Trump tidak akan memperoleh kesepakatan yang lebih baik dibandingkan kesepakatan era Obama. Ia menegaskan bahwa Iran berhak atas pengayaan uranium dan mengelola lalu lintas laut di perairannya sendiri.

Maloof menambahkan, "Uni Emirat Arab di kawasan ini bertindak sebagai perwakilan Israel dan Amerika Serikat, sekaligus menjadi alat di tangan Tel Aviv. Terdapat komunikasi langsung antara kedua pihak terkait perkembangan terkini."

John Mearsheimer: Kebijakan Trump terhadap Iran Rugikan AS

Di sisi lain, John Mearsheimer, profesor ilmu politik Universitas Chicago dan analis Amerika Serikat, menyatakan bahwa tindakan Donald Trump terhadap Iran sama sekali tidak akan menguntungkan Amerika.

Mearsheimer, seraya merujuk pada ketegangan terkini di Selat Hormuz dan rapuhnya gencatan senjata antara Amerika dan Iran, menekankan, "Perang terhadap Iran adalah kegagalan fatal bagi Amerika. Kita tidak mencapai satu pun tujuan yang ditetapkan, Iran kini mengendalikan Selat Hormuz, dan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan hancur."

Analis terkemuka hubungan internasional ini menambahkan bahwa satu-satunya alasan Amerika melakukan blokade laut adalah karena pemboman terhadap Iran tidak membuahkan hasil.

"Rakyat Iran akan tetap bertahan menghadapi tekanan ini," tegasnya.

Laporan The New York Times: Cadangan Rudal Jelajah AS Menipis

The New York Times juga melaporkan bahwa sejak dimulainya perang terhadap Iran, Amerika Serikat telah menggunakan hampir separuh dari cadangan rudal jelajah (cruise missiles) mereka.(Sail)