Iran Peringatkan DK PBB: Aksi AS di Hormuz Berpotensi Bencana Besar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189708-iran_peringatkan_dk_pbb_aksi_as_di_hormuz_berpotensi_bencana_besar
Pars Today - Duta Besar Iran untuk PBB, dalam suratnya kepada Sekjen dan Presiden DK PBB (Tiongkok), menyatakan bahwa aksi militer AS terhadap dua kapal tanker Iran merupakan pelanggaran eksplisit terhadap gencatan senjata. Ia memperingatkan bahwa konsekuensi dari tindakan tersebut dapat menjadi bencana besar, yang meluas jauh melampaui kawasan.
(last modified 2026-05-09T07:06:53+00:00 )
May 09, 2026 14:05 Asia/Jakarta
  • Amir Saeed Iravani, Dubes Iran untuk PBB
    Amir Saeed Iravani, Dubes Iran untuk PBB

Pars Today - Duta Besar Iran untuk PBB, dalam suratnya kepada Sekjen dan Presiden DK PBB (Tiongkok), menyatakan bahwa aksi militer AS terhadap dua kapal tanker Iran merupakan pelanggaran eksplisit terhadap gencatan senjata. Ia memperingatkan bahwa konsekuensi dari tindakan tersebut dapat menjadi bencana besar, yang meluas jauh melampaui kawasan.

Dilansir Pars Today dari IRIB, 9 Mei 2026, Amir Saeed Iravani dalam suratnya hari Jumat (8/5) menulis, "Dengan ini saya sampaikan kecaman Republik Islam Iran dalam kata-kata paling keras terhadap aksi militer agresif yang dilakukan oleh angkatan bersenjata AS terhadap dua kapal tanker Iran di dekat Bandar Jask dan Selat Hormuz, serta serangan terhadap sejumlah titik di wilayah pesisir Iran yang menghadap ke Selat Hormuz, pada akhir 7 Mei 2026."

Iravani menekankan bahwa tindakan agresif dan provokatif ini, yang secara terbuka diakui oleh Presiden AS, merupakan pelanggaran eksplisit terhadap gencatan senjata 8 April 2026 serta pelanggaran berat terhadap Pasal 2(4) Piagam PBB.

Dubes Iran untuk PBB menyatakan bahwa AS, melalui apa yang disebutnya "blokade laut", terus melakukan pelanggaran internasional, termasuk serangan berulang terhadap kapal dagang Iran, penyitaan ilegal, serta penyanderaan awak kapal.

Ia menambahkan, "Republik Islam Iran, sambil menegaskan hak melekatnya untuk membela diri dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan nasionalnya, meminta Sekjen dan DK PBB untuk secara tegas dan tanpa keraguan mengutuk tindakan ilegal AS, termasuk blokade laut terhadap Iran, dan menyerukan AS untuk mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional serta menghentikan semua tindakan provokatif lebih lanjut."

Surat Iravani ke DK PBB adalah teguran diplomatik tingkat tinggi: AS dituduh secara jujur melanggar gencatan senjata dan mengancam perdamaian global. Namun, Ironisnya, permintaan Iran datang di saat Ketua DK PBB periode ini dipegang oleh Tiongkok, sekutu Tehran yang baru saja mereka perkuat hubungannya.(Sail)