Viral: Kampanye Digital Bongkar "Whitewashing" Media AS soal Iran
-
Postingan David Miller, sosiolog terkemuka Inggris
Pars Today - Reaksi tajam dan viral dari David Miller, sosiolog terkemuka Inggris, terhadap upaya media-media Amerika untuk menormalisasi serangan terhadap Iran, telah memicu gelombang umpan balik luas di jaringan sosial.
Dilansir Pars Today mengutip Press TV, 9 Mei 2026, pascaagresi militer Amerika terhadap pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas di Iran selatan, unggahan David Miller di platform sosial X, yang dengan cepat berubah menjadi salah satu topik paling diperbincangkan di ruang digital, mengungkap kebijakan ganda dan penipuan narasi media Amerika.
Sosiolog ternama Inggris ini, menanggapi klaim Jennifer Griffin, jurnalis Fox News, yang menyatakan bahwa serangan militer Amerika "bukan pelanggaran gencatan senjata atau dimulainya kembali perang", menggambarkan jenis narasi semacam ini sebagai upaya sistematis untuk "memutihkan" (whitewashing) kejahatan Amerika.
Dalam unggahannya, Miller menulis dengan bahasa satire, "Rupanya, pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika melalui serangan terhadap Iran tidak dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, persis seperti halnya penghancuran massal rumah-rumah dan serangan terarah oleh supremasis Zionis di Lebanon yang justru disebut sebagai tindakan defensif!"
Ia secara tegas menekankan bahwa lobi-lobi supremasis bahkan mengarahkan teks-teks berita dan komunikasi resmi di Washington.
Reaksi ini, yang disambut antusias oleh pengguna dan aktivis media di jaringan sosial, sekali lagi menarik perhatian publik terhadap pengaruh mendalam lobi Zionis dalam media-media arus utama Barat.
Analis ruang digital berpendapat bahwa besarnya umpan balik ini mencerminkan kebangkitan kesadaran publik terhadap "rekayasa kata-kata yang menyesatkan" (euphemisme) yang digunakan untuk membenarkan agresi militer dan pelanggaran perjanjian internasional.(Sail)