Komandan Khatam Al-Anbiya: Tak Ada Keraguan, Militer Iran Siap Bertempur
-
Komandan Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi
Pars Today - "Semua peralatan yang kami gunakan dalam perang ini adalah buatan sendiri, karya pemuda Iran," tega Komandan Markas Besar Khatam Al-Anbiya Iran dalam pertemuan dengan Panglima Militer Pakistan.
Tidak Ada Keraguan
Komandan Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menegaskan bahwa tidak seorang pun saat ini meragukan kesiapan penuh angkatan bersenjata Iran untuk melakukan pertahanan menyeluruh jika musuh berbuat jahat.
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Field Marshal Asim Munir, Panglima Angkatan Darat Pakistan, yang tiba di Tehran memimpin delegasi tinggi. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persahabatan.
Kesalahan Perhitungan Musuh
Abdollahi menjelaskan bahwa agresi musuh bermula dari kesalahan perhitungan mereka, baik terhadap rakyat Iran maupun kemampuan pertahanan angkatan bersenjata.
"Kehadiran rakyat di medan dan dukungan mereka kepada angkatan bersenjata, yang dimulai sejak awal agresi, terus berlangsung hingga kini," ujarnya.
Ia juga menyoroti fakta penting: semua peralatan yang digunakan dalam perang terbaru ini adalah produk domestik, buatan tangan pemuda-pemuda Iran.
Pakistan: Kami Akan Lanjutkan Upaya
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Pakistan melaporkan langkah-langkah yang telah mereka ambil untuk mengakhiri perang, termasuk hasil negosiasi di Tehran.
Mereka menegaskan komitmen untuk melanjutkan upaya mediasi demi perdamaian berkelanjutan di kawasan.
Abdollahi sendiri mengapresiasi sikap mendukung pemerintah dan rakyat Pakistan terhadap Republik Islam Iran selama perang-perang yang dipaksakan, baik yang kedua maupun ketiga. Ia menyebut kedua negara sebagai kedalaman strategis satu sama lain.
Diplomasi terus berjalan. Panglima Pakistan duduk berdampingan dengan komandan militer Iran. Namun di balik meja perundingan, pesan Abdollahi tegas: jangan salah perhitungan lagi.
Iran tidak datang dengan tangan hampa ke medan perang, dan tidak akan datang dengan lutut yang gemetar ke meja negosiasi.
"Semua peralatan kami buatan sendiri." Itu bukan sekadar kalimat. Itu pernyataan kemandirian.(sl)