Kegagalan Demi Kegagalan: Trump Hentikan "Proyek Kebebasan" di Hormuz
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Dalam kelanjutan serangkaian kegagalan AS menghadapi kebuntuan Selat Hormuz, Donald Trump mengumumkan penghentian apa yang disebutnya "Proyek Kebebasan", sebuah rencana yang diklaim untuk memungkinkan kapal-kapal melintasi selat tersebut.
Menurut laporan Pars Today, 6 Mei 2026, Trump, dalam upaya menutupi kegagalan proyeknya dengan cara merangkai klaim-klaim palsu seperti biasanya, menulis, "Atas permintaan Pakistan dan negara-negara lain, dan mengingat keberhasilan militer yang luar biasa yang kami capai dalam operasi melawan Iran, serta kemajuan yang sangat baik menuju kesepakatan penuh dan final dengan perwakilan Iran, kami mencapai kesepakatan bersama bahwa blokade akan tetap berlaku dengan kekuatan dan efek penuh untuk saat ini. Namun, Proyek Kebebasan (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan untuk sementara waktu, untuk melihat apakah kesepakatan dapat difinalisasi dan ditandatangani atau tidak."
Seperti banyak tindakannya yang biasanya dimulai dengan kegaduhan media dan propaganda, Trump meluncurkan proyek "Proyek Kebebasan" pada Senin (4/5) dini hari di Selat Hormuz, tetapi proyek itu hanya berlangsung beberapa jam sebelum menghadapi tembakan peringatan dari angkatan bersenjata Iran. Semua kapal yang berharap mengikuti janji Trump pun berbalik arah.
Sementara itu, The New York Times kemarin menulis, "Kapal-kapal tidak akan melewati Selat Hormuz hanya karena omongan Trump. Perusahaan ragu mengirim kapal mereka melalui selat tersebut. Beberapa mengatakan bahwa tawaran AS tidak cukup untuk meyakinkan mereka."
Surat kabar Telegraph juga melaporkan bahwa industri perkapalan dunia tidak mempercayai proyek Trump untuk melintasi Hormuz. Bahkan dengan pengawalan militan, banyak pemilik kapal menolak melintas karena risiko operasional dan biaya asuransi yang masih tinggi. Selama ancaman Iran belum berkurang, kembalinya perdagangan normal melalui rute ini tampaknya tidak mungkin terjadi.
Diklaim sebagai "operasi militer bersejarah", berakhir sebagai "penangguhan karena permintaan Pakistan dan lainnya". Trump, dengan janji muluk "Proyek Kebebasan", mencoba membuka Hormuz dengan paksa, tetapi hanya berhasil memprovokasi tembakan peringatan Iran dan ejekan global. Perusahaan kapal tidak percaya. Sekutu ragu. Kini, proyek tersebut "dihentikan sementara", bahasa diplomatik untuk kegagalan total. Jika ada yang bertanya siapa pemenang di Hormuz, cukup lihat siapa yang menarik pasukannya terlebih dahulu.(Sail)