Iran dan Irak: Kerjasama Ekonomi Hingga Pertahanan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i41566-iran_dan_irak_kerjasama_ekonomi_hingga_pertahanan
Irak yang stabil dan man merupakan salah satu di antara prioritas politik luar negeri Republik Islam Iran. Oleh karena itu, Iran menilai penting sekali perwujudan perdamaian, stabilitas dan terberantasnya terorisme di Irak pada era pasca Daesh.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Jul 24, 2017 08:48 Asia/Jakarta

Irak yang stabil dan man merupakan salah satu di antara prioritas politik luar negeri Republik Islam Iran. Oleh karena itu, Iran menilai penting sekali perwujudan perdamaian, stabilitas dan terberantasnya terorisme di Irak pada era pasca Daesh.

Atas dasar itu, kerjasama pertahanan dan keamanan merupakan salah satu faktor penting dalam memperluas hubungan Iran dan Irak. Dalam hal ini, para Menteri Pertahanan Iran dan Irak, pada Ahad (23/7/2017) berdialog di Tehran dan menandatangani MoU kerjasama pertahanan. MoU tersebut akan menjadi bingkai kerjasama mendatang dan landasan untuk perluasan hubungan kedua negara.

Menteri Pertahanan Irak, Erfan al-Hiyali, kepada para wartawan mengatakan, MoU yang telah ditandatangani antara Iran dan Irak sejalan dengan kepentingan dan maslahat kedua negara.

Pada hakikatnya, tidak diragukan lagi bahwa dukungan penuh Iran terhadap pemerintah, rakyat dan pasukan bersenjata, telah menunjukkan kepada dunia peran berpengaruh Iran dalam pertempuran melawan teroris, dan juga betapa interaksi tersebut memiliki dampak besar dalam mengembalikan stabilitas dan keamanan ke Irak serta kawasan.

Sekarang kerjasama Irak dan Republik Islam Iran, memiliki pijakan di lapangan dan ini dapat menjadi contoh dalam memperkokoh interaksi militer dan pertahanan dengan semua negara regional.

Sebagaimana yang ditekankan Menteri Pertahanan Iran, Hossein Dehqan, Iran akan memanfaatkan kapasitas politik, militer dan ekonomi kedua negara untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas berkesinambungan di Irak, serta mengubah negara itu menjadi negara kokoh.

Andrew Korybko, analis politik yang berbasis di Moskow beberapa waktu lalu dalam sebuah wawancara, menyinggung kemenangan pasukan Irak dalam pembebasan kota Mosul dan menegaskan, "… sudah dapat diprediksi Amerika Serikat berusaha menunjukkan perannya dalam kemenangan tersebut dan sengaja memudarkan peran besar Iran dalam hal ini."

Meski agitasi negatif dalam hubungan Iran dan Irak itu, namun sekarang dengan tekad para pejabat kedua negara, telah diambil langkah-langkah baru untuk memperkokoh kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan. Hubungan Iran dan Irak menunjukkan bahwa menurut perspektif Republik Islam, sebagaimana yang dijelaskan oleh Menhan Iran, Hossein Dehqan, berasaskan pada persatuan nasional, kedaulatan nasional, stabilitas, keamanan dan kepentingan seluruh etnis Irak.

Di lain pihak, Hossein Jaberi Ansari, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan Arab dan Afrika, yang memimpin delegasi tingkat tinggi pelaksanaan sidang komite politik kolektif Iran dan Irak dan sedang berkunjug ke Baghdad, dalam pertemuan dengan Presiden Irak, Fuad Masoum, Ahad (23/7/2017), menekankan terjaganya solidaritas dan persatuan nasional Irak.

Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa hubungan Iran dan Irak sekarang telah memasuki tahap baru di mana telah tersedia pondasi kerjasama strategis di sektor pertahanan dan keamanan. Tidak mengherankan bila sejumlah pihak berusaha menggagalkan proses tersebut dengan berbagai agitasi dan analisa tidak konstruktif terkait Iran dan Irak.(MZ)