Iran Sebut AS Kembali Lakukan Kesalahan Strategis
-
Bahram Qasemi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan, sanksi baru Amerika Serikat atas Iran merupakan tindakan bermusuhan mereka terhadap bangsa Iran dan pengulangan kesalahan masa lalu AS.
Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Selasa lalu menyetujui sebuah RUU yang akan meningkatkan sanksi terhadap Iran. RUU ini disetujui oleh 419 suara dan hanya 3 suara tidak setuju.
Qasemi kepada televisi al-Alam pada hari Rabu (26/7/2017), menyebut sanksi baru AS bertentangan dengan semangat Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
"Langkah ini menunjukkan bahwa AS tidak memahami Iran dan isu-isu regional dengan baik. Mereka tidak belajar dari kesalahan strategisnya terhadap Iran dan kawasan di masa lalu," ujarnya.
Qasemi menerangkan, Washington selalu ingin meningkatkan tindakan bermusuhan terhadap Tehran, tapi situasi dunia hari ini, kawasan dan bahkan Amerika sendiri sudah berbeda dengan kondisi di masa lalu.
"Hari ini kemampuan AS sudah tidak seperti di masa lalu dan Eropa hari ini juga sudah bukan Eropa yang kemarin," tegasnya.
Ia menandaskan bahwa keamanan regional akan menguntungkan negara-negara di kawasan. Iran telah melakukan banyak upaya untuk mewujudkan keamanan dan ketenangan, dan harus ada upaya untuk meningkatkan posisi kawasan dalam hal pembangunan dan keamanan.
Berkenaan dengan kekuatan pertahanan Iran, Qasemi mengatakan, kemampuan rudal Iran untuk tujuan pertahanan dan stabilitas-keamanan dan tidak menargetkan negara mana pun. (RM)