Apa Tujuan Amerika Serang Infrastruktur Iran?
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193352-apa_tujuan_amerika_serang_infrastruktur_iran
Pars Today - Amerika Serikat sejak 7 Juli 2026, menyusul klaim serangan terhadap sejumlah kapal yang melintas di selatan Selat Hormuz dengan melanggar Nota Kesepahaman Islamabad, atas perintah Donald Trump, Presiden negara itu, tidak hanya kembali melanjutkan serangan-serangan agresif terhadap Iran, tetapi juga kembali memberlakukan blokade laut mulai 14 Juli.
(last modified 2026-07-18T13:18:34+00:00 )
Jul 18, 2026 23:15 Asia/Jakarta
  • Serangan AS terhadap infrastruktur Iran
    Serangan AS terhadap infrastruktur Iran

Pars Today - Amerika Serikat sejak 7 Juli 2026, menyusul klaim serangan terhadap sejumlah kapal yang melintas di selatan Selat Hormuz dengan melanggar Nota Kesepahaman Islamabad, atas perintah Donald Trump, Presiden negara itu, tidak hanya kembali melanjutkan serangan-serangan agresif terhadap Iran, tetapi juga kembali memberlakukan blokade laut mulai 14 Juli.

Menurut laporan Pars Today, Presiden AS di sela-sela KTT NATO di Ankara menyatakan bahwa tidak ada lagi kesepakatan dengan Iran dan gencatan senjata telah berakhir. Dengan dimulainya kembali agresi militer AS terhadap Iran dan respons-respons defensif Republik Islam Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS yang menjadi asal serangan-serangan ini, sekali lagi perhatian global tertuju pada Selat Hormuz sebagai pusat perselisihan baru antara Iran dan AS.

 

Dalam putaran baru serangannya, AS menargetkan berbagai sasaran dengan klaim CENTCOM. Meskipun Washington awalnya mengklaim hanya menargetkan sasaran militer dengan tujuan mencegah tindakan Iran untuk melanjutkan penutupan Selat Hormuz, seperti situs-situs radar dan telekomunikasi, situs-situs rudal pantai-ke-laut, peralatan militer maritim, dan sejenisnya, namun kini dalam serangan-serangan terakhir secara terang-terangan menargetkan sasaran-sasaran sipil seperti jembatan, fasilitas air, dan energi.

 

Tampaknya tujuan AS dalam menyerang infrastruktur Iran pada Juli 2026 melampaui tindakan hukuman semata dan didefinisikan dalam kerangka strategi multi-lapis untuk mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan, terutama di Selat Hormuz.

 

Melemahkan Kemampuan Militer dan Kontrol atas Selat Hormuz

 

Tujuan awal dan yang dinyatakan AS adalah menghancurkan kemampuan militer Iran, terutama Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), untuk konon menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Kampanye ini yang dimulai pada 7 Juli sebagai respons terhadap serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial, dilanjutkan dengan menargetkan fasilitas pesisir, sistem radar dan rudal, serta gudang senjata bawah tanah. Fokus serangan pada Provinsi Hormozgan dan Bandar Abbas, dan pada tahap-tahap selanjutnya pada provinsi Bushehr, Khuzestan, dan Sistan-Baluchestan, menunjukkan tujuan Washington untuk menetralisir kemampuan Iran dalam menjalankan kehendak militernya di Selat Hormuz.

 

Memutus Jalur Pasokan dan Logistik

 

Pada langkah berikutnya, AS dengan menargetkan infrastruktur vital yang mendukung operasi militer, berupaya melumpuhkan kemampuan logistik Iran. Serangan terhadap jembatan, stasiun kereta api, dan jalan-jalan di selatan Iran, dilakukan dengan tujuan memutus jalur pasokan terutama ke Bandar Abbas dan membatasi pergerakan pasukan dan peralatan angkatan bersenjata. Pendekatan ini menunjukkan bahwa strategi militer AS telah berubah dari respons-respons sesaat menjadi tindakan yang lebih sistematis dan jangka panjang untuk melemahkan fondasi operasional Iran.

 

Menciptakan Tuas Tekanan Maksimum untuk Mengubah Perilaku Iran

 

Serangan terhadap infrastruktur seperti pembangkit listrik dan fasilitas air, melampaui tujuan militer, dilakukan sebagai alat untuk meningkatkan tekanan ekonomi dan politik pada Iran dan memperparah tekanan terhadap rakyat Iran. Serangan-serangan ilegal ini, yang sebelumnya telah diancam oleh Donald Trump, membawa pesan yang jelas: jika tidak kembali ke meja perundingan—tentu saja untuk menerima secara sepihak tuntutan Washington—biayanya bagi rakyat Iran akan jauh lebih berat. Dengan meningkatnya tekanan ini, AS berupaya memaksa Iran untuk menandatangani kesepakatan yang sesuai dengan keinginannya.

 

Persiapan untuk Operasi yang Lebih Luas atau Peningkatan Opsi

 

Para ahli menilai tujuan akhir serangan-serangan ini melampaui tujuan-tujuan yang dinyatakan. Beberapa menilainya sebagai latar belakang untuk kemungkinan operasi darat di selatan Iran untuk menguasai Selat Hormuz. Juga, serangan-serangan ini memberikan lebih banyak opsi militer kepada Gedung Putih dan dapat menjadi pendahuluan untuk tindakan-tindakan yang lebih besar, termasuk penargetan sektor energi Iran.

 

Pada akhirnya, rangkaian serangan ini menunjukkan kampanye yang dirancang untuk mengubah secara fundamental perimbangan kekuatan di kawasan, dengan poros kontrol atas Selat Hormuz dan tekanan maksimum pada Iran. (MF)