Sanksi Baru, Bukti Kepanikan AS Melihat Kemajuan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i41868-sanksi_baru_bukti_kepanikan_as_melihat_kemajuan_iran
Departemen Keuangan Amerika Serikat melakukan sebuah langkah yang sudah bisa diduga sebelumnya. Mereaksi peluncuran roket pembawa satelit Simorgh, Iran, otoritas keuangan Amerika itu memasukkan enam lembaga Iran ke dalam daftar sanksi.
(last modified 2026-07-16T10:11:38+00:00 )
Jul 29, 2017 13:59 Asia/Jakarta

Departemen Keuangan Amerika Serikat melakukan sebuah langkah yang sudah bisa diduga sebelumnya. Mereaksi peluncuran roket pembawa satelit Simorgh, Iran, otoritas keuangan Amerika itu memasukkan enam lembaga Iran ke dalam daftar sanksi.

Departemen Keuangan Amerika mengumumkan, seluruh aset dan kekayaan keenam lembaga itu berada dalam kekuasaan Amerika dan warga Amerika serta lembaga-lembaga keuangan asing yang memberikan kemudahan transaksi keuangan signifikan bagi lembaga-lembaga tersebut, akan dikenakan sanksi dan bisa saja akses mereka ke sistem keuangan Amerika diputus atau aset dan kekayaannya diambil alih pemerintah Amerika.

Sanksi-sanksi baru dijatuhkan Amerika terhadap Iran setelah pekan lalu Kongres negara itu mengesahkan draf sanksi baru atas Iran dan sekarang tinggal menunggu tanda tangan Donald Trump, Presiden Amerika untuk disahkan menjadi undang-undang.

Sejumlah media mengabarkan, aturan baru Amerika atas Iran itu tidak mencakup sanksi ekonomi, dan tujuan utama Washington menerapkan sanksi, sejak awal adalah menjegal kemajuan Iran di bidang apapun, namun Iran justru semakin kokoh dan kuat. Contoh paling mutakhir adalah keputusan yang dikeluarkan Departemen Keuangan Amerika.

Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Amerika tersebut sebenarnya melanggar pasal 28 dan 29 kesepakatan nuklir Iran atau JCPOA yang mengatakan, penerapan undang-undang yang menghambat pemulihan hubungan ekonomi dengan Iran, dilarang.

Namun sepertinya Amerika sedang berusaha meraih tiga target dengan langkahnya ini. Pertama, menciptakan ketegangan dengan memunculkan kecemasan-kecemasan di bidang ekonomi di dalam negeri Iran. Amerika berusaha membesar-besarkan dampak sanksi di hadapan publik dalam negeri dan masyarakat internasional.

Kedua, mempersoalkan peran dan kinerja institusi-institusi revolusioner Iran seperti Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, IRGC. Ketiga, membuka peluang dilakukannya perundingan baru di masa depan untuk membahas apa yang mereka sebut sebagai "non-nuklir".

Beberapa media Barat melaporkan, langkah Amerika itu dikenal dengan "lubang hitam sanksi". Akan tetapi harus dikatakan bahwa Amerika sendiri yang terjerumus ke dalam lubang hitam ini dan terkubur di dalamnya.

Hassan Rouhani, Presiden Iran, Kamis (27/7) dalam sidang kabinet mengatakan, Amerika selama 40 tahun menekan, menjatuhkan sanksi, memprovokasi dan mendorong beberapa negara kawasan untuk memusuhi Iran, tapi gagal dalam seluruh tahap yang dilaluinya.

Rouhani menjelaskan, Amerika harus belajar dari kekalahan beruntunnya di hadapan rakyat Iran dan negara itu harus tahu bahwa bangsa Iran tidak akan pernah bisa dipengaruhi segala bentuk konspirasi, dan terus melanjutkan jalannya.

Presiden Iran juga menekankan peningkatan kekuatan dan fondasi pertahanan Iran. Ia menegaskan, Iran akan memperkuat senjata-senjata pertahanannya tanpa memperhatikan pendapat pihak lain. Angkatan Bersenjata Iran, baik militer, IRGC, Basiji, polisi atau aparat keamanan lain, akan didukung oleh seluruh rakyat Iran. (HS)