Rezim Zionis-AS, Perancang Pemisahan Kurdistan dari Irak
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45737-rezim_zionis_as_perancang_pemisahan_kurdistan_dari_irak
Seorang Marja' Besar Taklid di kota Qom menilai rencana pemisahan wilayah Kurdistan dari Irak sebagai keinginan rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Okt 11, 2017 12:26 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Naser Makarem Shirazi,Seorang Marja\' Besar Taklid
    Ayatullah Naser Makarem Shirazi,Seorang Marja\' Besar Taklid

Seorang Marja' Besar Taklid di kota Qom menilai rencana pemisahan wilayah Kurdistan dari Irak sebagai keinginan rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat.

Ayatullah Naser Makarem Shirazi mengatakan, Republik Islam Iran tidak akan pernah membiarkan halusinasi seperti itu.

Hal itu ditegaskan Ayatullah Makarem Shirazi dalam pembukaan pelajaran Bahtsul Kharij di Qom, selatan Tehran, ketika menyinggung referendum di Kurdistan Irak.

"Hanya rezim Zionis (Israel) yang mengakui referendum ini, dan rezim ini ingin menjadikan Kurdistan Irak sebagai pangkalannya di kawasan," imbuhnya pada Rabu (11/10/2017).

Menurut ulama besar Iran tersebut, kesuksesan atau kegagalan Kurdi akan tetap menguntungkan rezim Zionis.

Ia menjelaskan, jika terjadi perang, rezim Zionis tidak akan pernah masuk ke medan perang yang menguntungkan Kurdi, sebab, Israel bahkan tidak pernah menang dalam menghadapi Hizbullah Lebanon dan Muqawama di Jalur Gaza.

Ayatullah Makarem Shirazi meminta Kurdistan Irak untuk menyelesaikan persoalannya dengan pemerintah pusat di Baghdad, dan menghapus khayalan untuk memisahkan diri dari Irak, sebab, langkah ini tidak akan pernah berakibat baik bagi mereka.

Referendum pemisahan Kurdistan dari Irak telah diselenggarakan pada tanggal 25 September 2017 atas desakan Masoud Barzani, pemimpin wilayah tersebut.

Pemerintah Irak menegaskan bahwa referendum tersebut bertentangan dengan konstitusi negara ini dan hasilnya harus dibatalkan.

Refendem tersebut telah menyebabkan meningkatnya ketegangan dalam hubungan pemerintah pusat Baghdad dengan para pejabat Kurdistan. (RA)