Mayjen Bagheri: AS Ingin Hancurkan Poros Muqawama, Tapi Gagal
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46383-mayjen_bagheri_as_ingin_hancurkan_poros_muqawama_tapi_gagal
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengatakan, pejabat-pejabat Amerika Serikat ingin menghancurkan poros Muqawama, namun mereka gagal.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Okt 30, 2017 12:59 Asia/Jakarta
  • Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata RII.
    Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata RII.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengatakan, pejabat-pejabat Amerika Serikat ingin menghancurkan poros Muqawama, namun mereka gagal.

Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan hal itu dalam Seminar Nasional Pertahanan Non-Militer di Tehran, ibukota Iran, Senin (30/10/2017).

"Pembagian (wilayah) di negara-negara Muslim di masa hancurnya kelompok teroris Daesh (ISIS) merupakan tujuan yang dikejar oleh musuh, dimana konspirasi ini telah tercekik di 'nutfah,' dan dunia Islam selanjutnya harus bertindak dengan waspada dan arif," kata Bagheri ketika menyinggung ancaman musuh terhadap Revousi Islam.

Ia menambahkan, jika kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara di barat daya Asia tidak diakui, maka kepentingannya akan menguntungkan AS dan rezim Zionis Israel.

Mereka, lanjut Bagheri, akan menyulut pertumpahan darah dengan cara membentuk negara-negara kecil dan bergantung pada bantuan asing serta menghapus kepentingan negara-negara Muslim.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran lebih lanjut menilai strategi baru yang diumumkan oleh Donald Trump, Presiden AS tentang Iran sebagai ancaman serius bagi negara ini.

"Tujuan utama AS dari perumusan strategi baru itu adalah menggulingkan Republik Islam Iran," ujarnya.

Di bagian lain pernyataannya, Mayjen Bagheri menyinggung langkah AS yang berusaha untuk merusak perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

"Jika sanksi-sanksi AS terhadap Republik Islam Iran dipulihkan kembali dengan dalih-dalih lain, maka keluarnya Republik Islam dari JCPOA adalah hal yang pasti," tegasnya.

Menurut Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, salah satu hal penting dalam Pertahanan Non-Militer adalah mengenal dan memahami ancaman.

Ia menandaskan, di tengah-tengah semua ancaman musuh, gema dan kejayaan Republik Islam Iran berkembang dan bergerak di jalannya. (RA)