Tehran Tuan Rumah Perundingan Segi Tiga Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46910-tehran_tuan_rumah_perundingan_segi_tiga_suriah
Sekitar sepekan berlalu pasca perundingan tingkat deputi menlu tiga negara di Moskow, Tehran menjadi tuan rumah perundingan antara pejabat tinggi Iran, Rusia dan Turki yang membahas masalah Suriah.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Nov 18, 2017 11:27 Asia/Jakarta

Sekitar sepekan berlalu pasca perundingan tingkat deputi menlu tiga negara di Moskow, Tehran menjadi tuan rumah perundingan antara pejabat tinggi Iran, Rusia dan Turki yang membahas masalah Suriah.

Sebelumnya, Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan Arab dan Afrika, Hossein Jaber Ansari  hari Jumat (17/11) bertemu dengan sejawatnya dari Turki Omid Yalcin dan Sedat Onal, yang menjabat sebagai wakil menteri luar negeri Turki.

Kunjungan Jaber Ansari ke Ankara melanjutkan rangkaian pertemuan sebelumnya di Moskow dan Damaskus mengenai masalah krisis Suriah, terutama agenda perundingan Astana.

Pada hari Sabtu (18/11/2017) digelar pertemuan tingkat pakar dari tiga negara yaitu Iran, Turki dan Rusia. Kemudian, pertemuan dilanjutkan hari berikutnya di tingkat menlu yang berlangsung di Antalya.

Rangkaian pertemuan ini untuk mempersiapkan perundingan tingkat kepala negara yang akan berlangsung pada Rabu (22/11/2017) di kota Sochi, Rusia.

Dinamika Astana yang merupakan insiatif bersama Republik Islam Iran, Rusia dan Turki bertujuan untuk menyelesaikan krisis Suriah, dan saat ini menjadi arus yang paling berpengaruh di luar plot AS.

Perundingan Astana

Keberhasilan berturut-turut dalam perang menghadapi kelompok teroris dan upaya pemulihan keamanan yang sudah mulai dilakukan, bukan hanya kemenangan bagi bangsa Irak dan Suriah saja, tapi juga kemenangan seluruh bangsa yang  menghendaki terwujudnya keamanan dan stabilitas regional dan global.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, inisiatif segitiga; Tehran, Moskow dan Ankara mengejar dua tujuan strategis yaitu perang melawan teroris Daesh dan bersamaan dengan itu melakukan perundingan Suriah-Suriah demi meretas solusi politik bagi krisis Suriah.

Dua tujuan ini dilakukan dalam tujuh tahapan perundingan Astana yang dijalankan dengan keseriusan tinggi dan pengaruh yang signifikan.

Deputi menlu Iran urusan Arab dan Afrika menegaskan pertemuan Astana terus berlanjut selama perdamaian, stabilitas dan ketentraman Suriah belum terwujud.

Analis pusat riset oriental Rusia dalam wawancara dengan kantor berita Kuwait menjelaskan urgensi perundingan Astana.

Constantine T, mengatakan, Tujuan penyelenggaraan perundingan Astana mengindikasikan kesuksesan pemerintah Suriah di medan tempur untuk menghadapi pihak-pihak lawannya, termasuk AS, sekaligus bisa menjadi tangan yang membantu perundingan Jenewa.

Masalah ini akan mendorong keberhasilan babak baru perundingan Astana sekaligus menunjukkan urgensi penyelenggaraan pertemuan penting itu.(PH)