Pertemuan Sochi, Langkah Pasca Penumpasan Daesh di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i47095-pertemuan_sochi_langkah_pasca_penumpasan_daesh_di_suriah
Presiden Iran, Rusia dan Turki hari Rabu (22/11/2017) bertemu di kota Sochi, Rusia untuk membahas transformasi terbaru Suriah, dan langkah bersama mewujudkan stabilitas di negara Arab itu.
(last modified 2026-06-20T17:21:50+00:00 )
Nov 22, 2017 10:16 Asia/Jakarta

Presiden Iran, Rusia dan Turki hari Rabu (22/11/2017) bertemu di kota Sochi, Rusia untuk membahas transformasi terbaru Suriah, dan langkah bersama mewujudkan stabilitas di negara Arab itu.

Pertemuan ini penting setidaknya ditinjau dari dua aspek. Pertama, periode penguasaan Daesh di Irak dan Suriah telah berakhir. Dengan demikian, hasil pertemuan Sochi dalam kondisi baru tanpa kehadiran Daesh di dua negara Timur Tengah itu.

Bashar Assad dan Vladimir Putin

Peristiwa ini sangat penting tidak hanya bagi kawasan, tapi juga dunia. Meskipun demikian, kemenangan ini  berada di luar perhitungan  para pendukung Daesh terhadap perubahan geopolitik regional maupun upaya mereka untuk tetap melanjutkan dukungan terhadap kelompok teroris tersebut. Sebab, segitiga AS, Arab Saudi dan Israel masih memerlukan Daesh dalam bentuk lain sebagai alat kepentingannya di kawasan. 

Kini, mereka merancang plot baru untuk Daesh dalam bentuk pembagian baru wilayah geografis Irak dan Suriah. Jika skenario ini dijalankan, maka Timur Tengah akan menghadapi kondisi baru dengan karakteristik utamanya menghapus muqawama dari konstelasi politik dan keamanan regional. Oleh karena itu, berlanjutnya kehadiran Daesh di kawasan bagi Israel menjadi tujuan strategis. Targetnya, melalui peran Arab Saudi dan perang proksi bisa mengurangi biaya yang harus dikeluarkan rezim Zionis dalam menghadapi gerakan muqawama di Suriah dan Lebanon.

Masalah penting ini ditegaskan dalam  jawaban Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei terhadap surat Komandan Brigade Quds, Pasdaran, Qassem Solaimani mengenai berakhirnya nasib Daesh di Suriah dan Irak. Rahbar menegaskan, akhir dominasi rangkaian keganasan Daesh menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Trump dan pendahulunya, serta rezim-rezim regional yang bergantung kepada AS. Mereka bekerja sama membidani kelahiran Daesh hingga kelompok teroris ini menguasai sebagian wilayah di kawasan barat Asia, dan rezim Zionis mengambil manfaat besar demi melanjutkan dominasinya.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Dari aspek ini, periode pasca penumpasan Daesh sangat penting. Kini, saatnya menjaga kesadaran dan kewaspadaan dalam menghadapi arus destruktif setelah Daesh berhasil ditumpas di Irak dan Suriah. Salah satu dari arus ini adalah kemungkinan memudarnya upaya regional dalam menyikapi masalah masa depan Suriah.

Masalah lain munculnya plot baru untuk merusak ketentraman Suriah yang dilakukan dengan dukungan negara-negara kawasan demi menaikan daya tawar dalam negosiasi masalah Suriah mendatang. Sebagaimana ditegaskan oleh Ayatullah Khamenei, Mereka yang menanam investasi besar untuk melancarkan plot busuk selama ini tidak akan tinggal diam, dan terus berupaya menyulut krisis baru di tempat lain.

Perundingan Sochi meski digelar di era puncak kemenangan transformasi Suriah, tapi sensitivitas keputusan yang dicapai sangat berpengaruh terhadap masa depan Suriah dan kawasan melebihi sebelumnya.

Vladimir Putin dan Bashar Assad

Turgul Ismail, profesor TOBB Universitas Ekonomi dan Teknologi Ankara dalam wawancara dengan Novosti mengatakan, "....kini muncul harapan besar pertemuan ini akan membuahkan kesepakatan penting. Sebab, tujuan ketiga negara ini untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas regional, pemberantasan terorisme, dan upaya menghalangi munculnya arus destruktif di tiga negara itu,".(PH)