Khatib Jumat Tehran: Soal Al Quds, Negara Muslim Jangan Sekedar Mengecam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48243-khatib_jumat_tehran_soal_al_quds_negara_muslim_jangan_sekedar_mengecam
Khatib Jumat Tehran mengatakan, dalam membela Al Quds, negara-negara Muslim jangan hanya sekedar mengeluarkan pernyataan, karena banyak jalan untuk menunjukkan perlawanan atas keputusan Presiden Amerika Serikat, semisal menutup kedutaan-kedutaan besar rezim Zionis Israel atau memboikot produk-produk rezim itu.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Des 15, 2017 14:19 Asia/Jakarta
  • Hujatulislam Kazem Sedighi
    Hujatulislam Kazem Sedighi

Khatib Jumat Tehran mengatakan, dalam membela Al Quds, negara-negara Muslim jangan hanya sekedar mengeluarkan pernyataan, karena banyak jalan untuk menunjukkan perlawanan atas keputusan Presiden Amerika Serikat, semisal menutup kedutaan-kedutaan besar rezim Zionis Israel atau memboikot produk-produk rezim itu.

Hujatulislam Kazem Sedighi, Khatib Jumat Tehran (15/12) menuturkan, semua negara Muslim harus memboikot produk Israel dan Amerika, sehingga Washington dibenci oleh seluruh dunia dan berhenti melakukan tindakan-tindakan lancang dan melanggar hukum.

Khatib Jumat Tehran menambahkan, statemen berbahaya Donald Trump yang mengakui Al Quds sebagai ibukota Israel, rezim penjajah dan pembunuh anak-anak itu, adalah upaya melegitimasi keberadaan rezim itu.

Al Quds

Sedighi menerangkan, PBB sebelumnya dalam dua resolusinya, meski mengakui Israel, namun mengumumkan bahwa Al Quds adalah milik rakyat Palestina dan menganggapnya sebagai daerah jajahan Israel.

Khatib Jumat Tehran juga menyinggung soal pecahnya Intifada Ketiga Palestina dan menuturkan, intifada ini harus berujung dengan dipersenjatainya seluruh warga Palestina sehingga mereka bisa melanjutkan perlawanan bersenjata.

Hujatulislam Sedighi terkait kondisi Yaman dan terbunuhnya Ali Abdullah Saleh, mantan presiden negara itu yang dikenal sebagai penyebar fitnah dukungan Saudi menjelaskan, rezim Arab Saudi yang bukan Islam juga bukan Arab itu, dalam waktu dekat akan menerima balasan dari kejahatannya. (HS)