Agresi AS-Israel Hancurkan 1.489 Sekolah, Kelompok Jihad Siaga Membangun
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189342-agresi_as_israel_hancurkan_1.489_sekolah_kelompok_jihad_siaga_membangun
Pars Today - Kepala Organisasi Pembangunan, Pengembangan, dan Perlengkapan Sekolah Iran mengumumkan bahwa dalam "Perang Yang Dipaksakan Ketiga", sebanyak 1.489 sekolah dan unit pendidikan di Iran rusak sebagian atau seluruhnya akibat serangan langsung musuh.
(last modified 2026-05-03T08:05:47+00:00 )
May 03, 2026 15:04 Asia/Jakarta
  • Sekolah yang rusak akibat agresi AS-Israel
    Sekolah yang rusak akibat agresi AS-Israel

Pars Today - Kepala Organisasi Pembangunan, Pengembangan, dan Perlengkapan Sekolah Iran mengumumkan bahwa dalam "Perang Yang Dipaksakan Ketiga", sebanyak 1.489 sekolah dan unit pendidikan di Iran rusak sebagian atau seluruhnya akibat serangan langsung musuh.

Hamidreza Khan Mohammadi, Wakil Menteri dan Kepala Organisasi Renovasi, Pengembangan, dan Perlengkapan Sekolah Iran, hari ini, Senin, mengatakan bahwa dalam Perang Yang Dipaksakan Ketiga, 1.489 sekolah dan unit pendidikan di seluruh negeri rusak sebagian atau seluruhnya akibat serangan langsung musuh. Saat ini, 969 unit di antaranya telah kembali beroperasi setelah direnovasi.

Dilansir Pars Today dari IRNA, 3 Mei 2026, Khan Mohammadi menyatakan bahwa dalam Perang Ketiga Yang Dipaksakan ini, serangan Amerika-Zionis menyebabkan kerusakan di 153 wilayah dari 22 provinsi Iran. Sebanyak 1.214 sekolah dan 275 fasilitas pendidikan (gedung olahraga, kantor administrasi, pusat budaya dan pelatihan, serta pusat perkemahan) mengalami kerusakan total atau parsial.

Ia menambahkan bahwa proses perbaikan dilakukan dengan partisipasi kelompok-kelompok jihad dan masyarakat, orang tua siswa, staf sekolah, serta dukungan para dermawan. Hingga saat ini, 969 unit pendidikan (dengan tingkat kerusakan 5 hingga 30 persen) telah direnovasi dan direvitalisasi dengan melibatkan sekitar 154 kelompok jihad.

Kepala Organisasi Renovasi, Pengembangan, dan Perlengkapan Sekolah Iran juga merujuk pada pelaksanaan gerakan "Malaikat Minab" dan menambahkan bahwa dalam Perang Yang Dipaksakan Ketiga, dua sekolah di kota Minab, Iran selatan, hancur total. Mengingat rasio ruang pendidikan di wilayah tersebut, pemerintah memutuskan untuk membangun dua sekolah dengan 12 ruang kelas di wilayah ini dengan partisipasi masyarakat dan para dermawan.

1.489 sekolah rusak, 22 provinsi terdampak, 11 hancur total, angka ini bukan sekadar statistik, tetapi potret langsung bagaimana agresi militer menghancurkan masa depan generasi. Namun, di balik reruntuhan, ada 969 sekolah yang telah kembali berdiri berkat gotong royong masyarakat, kelompok jihad, dan para dermawan. Iran tidak hanya membangun kembali tembok sekolah, tetapi juga menegaskan bahwa pendidikan tidak akan pernah kalah oleh bom.(sl)