Zionis Gelontorkan 730 Juta Dolar untuk "Cuci Muka" di Mata Dunia
-
Knesset
Pars Today - Sumber-sumber Israel mengumumkan bahwa rezim Zionis telah mengalokasikan anggaran besar-besaran untuk propaganda di bidang yang disebut "diplomasi publik" atau "Hasbara".
Sumber Israel melaporkan alokasi anggaran belum pernah terjadi sebelumnya senilai sekitar 730 juta dolar untuk tahun 2026 bagi propaganda di bidang "diplomasi publik" atau "Hasbara". Langkah ini bertujuan memperbaiki citra rezim yang tercoreng di mata publik global, terutama setelah perang Gaza.
Dilansir Pars Today dari harian The Times of Israel, 3 Mei 2026, Knesset (parlemen Israel) pada Maret lalu menyetujui anggaran raksasa ini, sekitar lima kali lipat dari anggaran tahun sebelumnya (150 juta dolar), dan melonjak drastis dibanding tiga tahun lalu.
Gideon Sa'ar, Menteri Luar Negeri rezim Zionis, menyatakan bahwa Israel tengah terlibat dalam perang global untuk merebut hati dan pikiran, ungkapan yang menunjukkan ketergantungan yang semakin besar pada alat-alat propaganda di samping kelanjutan operasi militer.
Anggaran ini tidak hanya terbatas pada kampanye media, tetapi juga mencakup:
- Pembentukan unit pusat diplomasi publik di Kementerian Luar Negeri
- Peluncuran ruang operasi media untuk memantau secara harian ratusan media dan ribuan konten terkait rezim Zionis
Sekitar 50 juta dolar dialokasikan untuk iklan digital di platform seperti Google, YouTube, dan X, serta 40 juta dolar lainnya untuk menjadi tuan rumah bagi ratusan delegasi asing, termasuk politisi, akademisi, dan pemimpin agama, dalam upaya memperluas jaringan pendukung narasi Israel.
"Hasbara": Lebih dari Sekadar Alat Media
Studi penelitian menunjukkan bahwa "Hasbara" bukan sekadar alat propaganda, melainkan sistem kompleks yang menggabungkan media, diplomasi, dan lobi, yang bertujuan mereproduksi narasi Israel di tingkat global. Sistem ini menyesuaikan pesan berdasarkan target audiens dan memanfaatkan teknik pengaruh digital untuk membentuk opini publik sesuai dengan tujuannya.
Namun, menurut berbagai jajak pendapat, mayoritas signifikan warga Amerika saat ini memiliki pandangan negatif terhadap rezim Zionis.
Shibley Telhami, profesor Universitas Maryland, menegaskan bahwa apa yang terjadi saat ini adalah perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dipengaruhi oleh terbentuknya "generasi Gaza" di kalangan pemuda Amerika, generasi yang menilai kebijakan rezim Zionis sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.
730 juta dolar untuk memperbaiki citra, lima kali lipat dari tahun lalu. Namun hati dan pikiran publik global, terutama generasi muda Amerika, tampaknya tidak semudah itu dibeli. Hasbara boleh saja mengganti narasi, tapi darah di Gaza tetap menjadi saksi bisu yang tidak bisa diiklankan. Ini bukan sekadar perang media, melainkan pertaruhan rezim yang semakin kehilangan legitimasi di mata dunia.(sl)