Di Bawah Bayang Trump, Jepang-Indonesia Eratkan Aliansi Militer
-
Menhan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang, Shinjiro Koizumi
Pars Today - Menteri Pertahanan Jepang dan Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama militer pada Senin (4/5) di Jakarta. Kesepakatan ini mencakup kolaborasi di industri pertahanan, pengembangan sumber daya manusia, dan keamanan maritim.
Menhan Jepang menilai pendalaman kerja sama pertahanan ini sebagai kunci menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, seraya menyoroti "situasi internasional yang kian kompleks dan penuh ketegangan di era Trump".
Dilansir IRNA hari Selasa, 5 Mei 2026, Reuters melaporkan bahwa Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan Indonesia dan Shinjiro Koizumi, rekan sejawatnya dari Jepang, menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan tersebut pada Senin (waktu setempat) di Jakarta. Cakupan kesepakatan meliputi kerja sama industri pertahanan dan pengembangan personel.
Sebelum upacara penandatanganan, Sjafrie menyatakan bahwa kedua negara telah sepakat meningkatkan kerja sama fundamental di bidang industri pertahanan dan pengembangan personel, dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional masing-masing.
Sementara itu, Koizumi menyebut penandatanganan kesepakatan ini sebagai tonggak penting dan titik balik dalam kerja sama militer bilateral.
Menanggapi kesepakatan tersebut, Koizumi menyoroti gejolak global yang dipicu kehadiran Trump di Gedung Putih serta dampaknya di panggung internasional. Ia menegaskan, "Di tengah situasi internasional yang kian kompleks dan penuh ketegangan, seperti yang terjadi pada Iran, pendalaman kerja sama pertahanan antara Jepang dan Indonesia akan memberikan kontribusi signifikan bagi perdamaian dan stabilitas, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi kawasan secara keseluruhan."
Menhan Jepang itu menambahkan bahwa kedua pihak juga menggelar pertemuan bilateral untuk membahas kerja sama keamanan maritim, latihan militer bersama, serta perangkat keras dan teknologi pertahanan.
Reuters melaporkan bahwa para menteri tidak membeberkan rincian lebih lanjut mengenai bidang-bidang spesifik kerja sama ini.(Sail)