Ghalibaf: "AS Main Polisi Baik-Buruk, Tapi Rakyat Lebanon Tewas"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191510-ghalibaf_as_main_polisi_baik_buruk_tapi_rakyat_lebanon_tewas
Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran mengatakan bahwa serangan rezim Zionis ke Dahiyeh Selatan Beirut (ibu kota Lebanon) menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kemauan (niat) untuk memenuhi komitmen-komitmennya.
(last modified 2026-06-14T18:16:20+00:00 )
Jun 14, 2026 23:49 Asia/Jakarta
  •  Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Majelis Syura Islam Iran
    Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Majelis Syura Islam Iran

Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran mengatakan bahwa serangan rezim Zionis ke Dahiyeh Selatan Beirut (ibu kota Lebanon) menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kemauan (niat) untuk memenuhi komitmen-komitmennya.

Melansir Tasnim, 14 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Majelis Syura Islam Iran, pada hari Minggu (14/6) dalam unggahan di akun pribadinya di media sosial X, menulis:

"Setelah lampu hijau AS diberikan kepada rezim Zionis untuk menyerbu Dahiyeh Selatan Beirut, berbicara tentang kelanjutan jalur (negosiasi) bukanlah hal yang mungkin."

Ghalibaf menambahkan, "Agresi Zionis ke Dahiyeh sekali lagi membuktikan bahwa AS baik tidak memiliki kemauan untuk memenuhi komitmen-komitmennya, maupun tidak memiliki kemampuan. Dengan memberikan lampu hijau kepada rezim Zionis, kalian tidak bisa mendapatkan konsesi (dari Iran)."

Ketua Majelis Syura Islam Iran mengatakan, "Permainan polisi jahat dan polisi baik itu sudah ketinggalan zaman. Jika kalian tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk memenuhi komitmen kalian, maka berbicara tentang kelanjutan jalur negosiasi bukanlah hal yang mungkin."

Menurut sumber-sumber medis Lebanon, dalam serangan udara tentara rezim Zionis pada hari Minggu ke sebuah bangunan berlantai enam di Dahiyeh Selatan Beirut, tiga orang gugur sebagai syahid dan enam lainnya luka-luka.

Pernyataan Qalibaf ini adalah kecaman keras sekaligus tawaran politik yang diucapkan dengan nada dingin. Ia tidak hanya mengutuk serangan itu sendiri, tetapi secara eksplisit menuduh AS sebagai dalang di balik layar yang memberi "lampu hijau".

Diplomasi, seperti yang sering dikatakan, adalah seni membaca niat di balik tindakan. Saat ini, niat Washington, dari sudut pandang Tehran, sedang tidak menuju ke arah yang positif.(Sail)