Bom Politik di London: Menhan Mundur, Sebut PM "Tidak Mampu" Kawal Keamanan
https://parstoday.ir/id/news/world-i191354-bom_politik_di_london_menhan_mundur_sebut_pm_tidak_mampu_kawal_keamanan
Pars Today - Pengunduran diri mendadak John Healey, Menteri Pertahanan Inggris, telah mengubah perselisihan tersembunyi atas pengeluaran militer yang membengkak, tekanan perang di Ukraina, dan biaya petualangan London di Asia Barat menjadi krisis terbuka di jantung kabinet.
(last modified 2026-06-12T06:50:38+00:00 )
Jun 12, 2026 13:49 Asia/Jakarta
  • John Healey, Menteri Pertahanan Inggris
    John Healey, Menteri Pertahanan Inggris

Pars Today - Pengunduran diri mendadak John Healey, Menteri Pertahanan Inggris, telah mengubah perselisihan tersembunyi atas pengeluaran militer yang membengkak, tekanan perang di Ukraina, dan biaya petualangan London di Asia Barat menjadi krisis terbuka di jantung kabinet.

Melansir IRNA, 12 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa John Healey, Menteri Pertahanan Inggris, pada hari Kamis (11/6) mengumumkan melalui surat pedas yang ditujukan kepada Perdana Menteri Inggris bahwa ia tidak lagi dapat melanjutkan tugasnya di kabinet karena ketidakcukupan sumber daya keuangan yang dianggarkan dalam program investasi pertahanan negara tersebut. Ia menyatakan bahwa program keuangan baru pemerintah Inggris dapat menurunkan kesiapan angkatan bersenjata, meningkatkan risiko bagi personel militer dalam operasi, dan membuat Inggris menjadi tidak aman.

Healey menulis dalam suratnya bahwa pemerintah mengetahui besarnya kekurangan di angkatan bersenjata dan meningkatnya tekanan pada sektor pertahanan, tetapi meskipun mengetahui situasi ini, Starmer tidak mampu, dan Kementerian Keuangan juga tidak mau, menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk mempertahankan negara di tengah meningkatnya ancaman.

Menurut laporan media Inggris, inti utama perselisihan adalah program investasi pertahanan baru pemerintah yang seharusnya menentukan arah pembangunan, pembaruan peralatan, dan kesiapan angkatan bersenjata Inggris di tahun-tahun mendatang, namun penundaannya berulang kali terjadi karena perbedaan pendapat antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, dan Kantor Perdana Menteri.

Surat kabar The Guardian melaporkan bahwa program ini hanya akan menaikkan pengeluaran pertahanan dari 2,6 persen PDB tahun depan menjadi hanya 2,68 persen pada tahun 2030. Sementara Healey menuntut angka tersebut mencapai 3 persen pada tahun 2030. Ia telah mengidentifikasi target 3 persen ini sebagai syarat minimal yang diperlukan untuk menjaga kesiapan menghadapi ancaman, termasuk potensi serangan Rusia ke negara NATO pada tahun 2030.

Reuters juga melaporkan bahwa pengunduran diri Healey adalah hasil dari negosiasi berbulan-bulan yang tidak membuahkan hasil dengan Starmer dan Menteri Keuangan Rachel Reeves, dan menulis bahwa pengunduran diri ini mengungkap krisis utama pemerintah: di satu sisi berupaya meningkatkan pengeluaran militer, tetapi di sisi lain bergulat dengan kekurangan sumber daya, peningkatan utang, tekanan pajak, dan membengkaknya biaya kesejahteraan sosial.

Heboh London ini sebenarnya adalah pertarungan angka: Healey minta 3% PDB pada 2030, Starmer cuma kasih 2,68% di tahun yang sama. Selisihnya cuma 0,32%, tapi dampaknya bom dobel buat Starmer: satu, menteri pertahanannya cabut sambil bilang negara "bisa jadi kurang aman" di bawah kebijakannya; dua, ini adalah menteri keenam yang cabut dalam sebulan terakhir. Di tengah spekulasi krisis kepemimpinan dan jelang KTT NATO, ini tamparan keras buat "loyalis paling loyal" yang memutuskan hengkang demi prinsip.(Sail)