Jenderal Talaei-Nik: "Kami Tidak Kenal Mundur, Siapapun Lawannya"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191340-jenderal_talaei_nik_kami_tidak_kenal_mundur_siapapun_lawannya
Pars Today - Juru bicara Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, "Pengalaman dua perang terbaru menunjukkan bahwa bangsa Iran dan angkatan bersenjata tidak akan mundur di hadapan ancaman dan tekanan. Dalam membela keamanan nasional, kemerdekaan, dan integritas teritorial, kami tidak mengenal 'tawar-menawar' dengan siapa pun."
(last modified 2026-06-12T05:48:57+00:00 )
Jun 12, 2026 12:47 Asia/Jakarta
  • Jenderal Reza Talaei-Nik, Juru Bicara Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran
    Jenderal Reza Talaei-Nik, Juru Bicara Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, "Pengalaman dua perang terbaru menunjukkan bahwa bangsa Iran dan angkatan bersenjata tidak akan mundur di hadapan ancaman dan tekanan. Dalam membela keamanan nasional, kemerdekaan, dan integritas teritorial, kami tidak mengenal 'tawar-menawar' dengan siapa pun."

Melansir IRNA, 11 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Jenderal Reza Talaei-Nik, Juru Bicara Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran, dalam acara peringatan tahunan Perang 12 Hari, dengan memuliakan kenangan para martir dari pertempuran itu dan syuhada Perang Ramadan, menyatakan:

"Perang 12 hari adalah arena di mana perhitungan musuh gagal dan kekuatan Republik Islam Iran ditampilkan. Sebuah pertempuran di mana bangsa dan angkatan bersenjata Iran berdiri bersama membela kemerdekaan, martabat, dan keamanan negara, dan tidak membiarkan tujuan musuh tercapai."

Ia menambahkan, "Musuh-musuh Amerika dan Zionis, setelah gagal mencapai tujuan mereka dalam Perang 12 Hari, terus melanjutkan tekanan, sanksi, dan tindakan bermusuhan. Mereka merancang 'Perang Ramadan' dengan tujuan menghentikan laju pertumbuhan, kemajuan, dan keperkasaan Republik Islam Iran. Namun sekali lagi, mereka gagal dan tidak mampu menghancurkan tekad bangsa Iran."

Jenderal Talaei-Nik menyatakan, "Musuh membayangkan bahwa dengan tekanan militer, aksi teroris, dan pembunuhan terhadap para komandan, ilmuwan, dan pejabat negara, mereka dapat menghentikan laju kemajuan Republik Islam Iran. Tetapi Perang Ramadhan membuktikan bahwa setiap ancaman terhadap bangsa Iran akan berubah menjadi peluang untuk memperkuat kemampuan pertahanan, meningkatkan daya gentar, dan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata."

Merujuk pada kondisi regional saat ini, ia menegaskan, "Musuh-musuh Republik Islam Iran harus menerima kenyataan bahwa solusi untuk masalah kawasan bukanlah dengan terus melakukan agresi, ketidakamanan, dan menghasut perang. Mereka terpaksa harus menerima gencatan senjata dan penghentian tindakan bermusuhan di semua front. Pengalaman dua perang terbaru menunjukkan bahwa bangsa Iran dan angkatan bersenjata tidak akan mundur di hadapan ancaman dan tekanan."

Jenderal Talaei-Nik menambahkan, "Republik Islam Iran tidak pernah menjadi pemulai perang, dan tidak akan pernah. Namun dalam membela keamanan nasional, kemerdekaan, dan integritas teritorial, kami tidak mengenal 'tawar-menawar' dengan siapa pun. Angkatan bersenjata Republik Islam Iran, dengan dukungan dari industri pertahanan negara, berada dalam tingkat kesiapan tertinggi. Setiap pelanggaran musuh terhadap garis merah Republik Islam Iran akan menghadapi respons yang tegas, penuh penyesalan, dan hukuman yang keras."

Dua perang terbaru", itulah kata kuncinya. Iran sedang membangun narasi bahwa mereka sudah dua kali diuji (dan lolos). Sekarang giliran AS dan Israel yang harus menerima kenyataan: gencatan senjata di semua front. Namun pertanyaan yang tidak diucapkan: siapa yang lebih dulu butuh gencatan senjata? Pernyataan resmi seperti ini biasanya keluar ketika beban perang mulai terasa, di kedua sisi. Sayangnya, dalam politik, mengakui lelah sering diartikan sebagai mengakui kalah. Jadi semua pihak terus-teriak "siap!" sampai benar-benar tidak bisa lagi.(Sail)