Saghaian: Hormuz adalah Kartu Trump Card Iran, Eropa Tak Berani Main Bareng AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189410-saghaian_hormuz_adalah_kartu_trump_card_iran_eropa_tak_berani_main_bareng_as
Pars Today - Seorang mantan diplomat Iran meyakini salah satu alasan bahwa negara-negara enggan mendukung kebijakan dan tujuan AS di tengah penutupan Selat Hormuz adalah krisis energi yang melanda dunia sebagai akibatnya.
(last modified 2026-05-04T13:13:50+00:00 )
May 04, 2026 20:07 Asia/Jakarta
  • Kepala negara Inggris, Jerman dan Prancis
    Kepala negara Inggris, Jerman dan Prancis

Pars Today - Seorang mantan diplomat Iran meyakini salah satu alasan bahwa negara-negara enggan mendukung kebijakan dan tujuan AS di tengah penutupan Selat Hormuz adalah krisis energi yang melanda dunia sebagai akibatnya.

Sayid Ali Saghaian dalam wawancara dengan ISNA menyatakan, "Situasi krisis yang dibuat sendiri oleh Trump dalam Perang Ramadan bersama rezim Zionis adalah tindakan agresif yang menargetkan Iran saat negosiasi dan dialog."

Ia menjelaskan, "Situasi baru di kawasan ini, penutupan Hormuz, jelas memperparah keadaan energi global. Selain itu, target yang diklaim Trump tidak tercapai, terutama berkat langkah tepat waktu angkatan bersenjata kami yang melumpuhkan musuh."

Mantan duta besar Iran untuk Armenia itu menekankan bahwa penutupan Hormuz adalah kartu truf yang kini dipegang Iran. "Negara-negara Eropa dan Asia yang bergantung pada energi kini menghadapi situasi genting.”

Ia menilai koordinasi antara medan perang dan diplomasi sebagai faktor penting. "Iran menunjukkan diplomasi aktif di Islamabad dengan mengusulkan proposal dan dengan tegas mengemukakan posisinya. Sekarang, proposal (damai) kembali dipertukarkan."

Saghaian menyatakan bahwa "kekuatan ekstra-regional Iran kini terbukti, dan dunia menyadari hal ini. Meskipun Eropa secara lisan menyatakan solidaritas dengan AS terhadap Iran, dalam praktiknya mereka tidak berbuat banyak. Kemarahan Trump terhadap para pemimpin Eropa adalah bukti nyata dari fakta ini."

Ia juga merujuk pada perjalanan regional Menteri Luar Negeri Iran ke Pakistan, Oman, dan Rusia. "Dengan langkah yang cepat dan tepat waktu, kebohongan Trump pun digagalkan.”

Eropa tak ingin ikut-ikutan AS untuk "membuka" Hormuz, karena yang mereka pikirkan bukan misi perang, tetapi pasokan energi untuk warga dan pabrik mereka. Iran dinilai jeli memainkan kartu Hormuz sambil tetap mengulurkan tangan diplomasi timpal. Dilema energi ini berhasil memecah belah barisan, membuat pemimpin Eropa lebih memilih diam dan Trump kini kian murka.(Sail)