Jenderal Iran: Peradaban Kami Tak Bisa Dihancurkan Bom Sekuat Apa Pun
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189534-jenderal_iran_peradaban_kami_tak_bisa_dihancurkan_bom_sekuat_apa_pun
Pars Today - Kepala Eksekutif Artesh Republik Islam Iran, dengan menyatakan bahwa omong kosong tentang penghancuran Iran adalah kesalahan strategis terhadap bangsa Iran, menegaskan, "Iran adalah sebuah peradaban, dan peradaban tidak pernah bisa dihancurkan dengan bom."
(last modified 2026-05-06T08:39:25+00:00 )
May 06, 2026 15:35 Asia/Jakarta
  • Brigadir Jenderal Alireza Sheikh, Kepala Eksekutif Artesh Iran (tentara reguler)
    Brigadir Jenderal Alireza Sheikh, Kepala Eksekutif Artesh Iran (tentara reguler)

Pars Today - Kepala Eksekutif Artesh Republik Islam Iran, dengan menyatakan bahwa omong kosong tentang penghancuran Iran adalah kesalahan strategis terhadap bangsa Iran, menegaskan, "Iran adalah sebuah peradaban, dan peradaban tidak pernah bisa dihancurkan dengan bom."

Dilansir Pars Today, 6 Mei 2026, Brigadir Jenderal Alireza Sheikh, memperingatkan musuh-musuh bangsa Iran, "Mereka harus melihat kedalaman bangsa Iran dan angkatan bersenjata kami, baru kemudian bicara tentang Iran. Lihatlah peradaban kami, sejarah kami, geografi kami, baru bicara tentang Iran."

Ia menambahkan, "Omong kosong tentang penghancuran Iran dan ucapan-ucapan semacam itu adalah kesalahan strategis terhadap bangsa Iran. Musuh tidak mengenal bangsa ini, tidak mengenal sejarah dan peradabannya."

Jenderal Sheikh menegaskan, "Sejak awal berdirinya, Iran telah dilanda berbagai gejolak dan perang, tetapi ia selalu berdiri kokoh dan akan terus bertahan. Iran telah menang, akan tetap ada, dan akan terus menang. Karena Iran adalah sebuah peradaban, dan peradaban tidak pernah bisa dihancurkan dengan bom."

Ketika para jenderal AS berbicara tentang "menghancurkan Iran", para jenderal Iran mengingatkan satu fakta mendasar: Anda tidak bisa membom peradaban. Sejak zaman Kekaisaran Akhemenid hingga Republik Islam saat ini, Iran telah melewati invasi, perang, revolusi, dan blokade, tetapi  ia tidak hanya bertahan, tetapi terus bangkit. Peringatan ini bukan sekadar retorika: coba pikirkan lagi sebelum Anda menganggap bahwa serangan militer dapat mengakhiri sejarah lima milenium ini.(Sail)