Jubir Iran: Jangan Pinjam Keamanan dari Kekuatan Luar Kawasan, Itu Berbahaya
-
Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemlu Iran
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyerukan kepada negara-negara tetangga Iran di Teluk Persia untuk menghentikan upaya "meminjam keamanan" dari kekuatan ekstra-kawasan. Ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan dengan negara-negara tetangganya.
Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemlu Iran, dalam wawancara dengan Press TV, memperingatkan tetangga-tetangga Iran di Teluk Persia tentang upaya mencari keamanan "pinjaman" di kawasan. Ia mengatakan, "Kehadiran militer AS di kawasan adalah satu-satunya sumber ketidakamanan, dan hal ini membahayakan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan-pangkalan AS tersebut."
Dilansir Pars Today, 5 Mei 2026, Baghaei merujuk pada fakta bahwa pangkalan militer AS di kawasan, alih-alih memberikan keamanan nyata, berulang kali menempatkan negara-negara kawasan dalam risiko yang tidak perlu. Ia tegaskan: "Kehadiran militer AS tidak membawa apa pun selain ketidakamanan."
Baghaei menyerukan kepada pemerintah-pemerintah di kawasan untuk mengutamakan dialog konstruktif dan mekanisme keamanan kolektif kawasan. Ia menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak memiliki permusuhan dengan negara-negara Arab di Teluk Persia, dan sepenuhnya berkomitmen pada prinsip hubungan yang saling menghormati berdasarkan kedaulatan nasional dan kepentingan bersama.
Terkait tekad Iran, Baghaei menyatakan, "Rakyat Iran tidak pernah menyerah pada tekanan. Tindakan defensif Iran sepenuhnya ditujukan terhadap aset dan pangkalan AS yang secara aktif digunakan untuk menyerang Iran, dan sama sekali tidak ditujukan terhadap negara-negara kawasan."
Mengenai negosiasi Iran-AS, Baghaei menegaskan prioritas Iran saat ini sudah jelas: fokus pada mengakhiri perang, karena ini adalah keprihatinan bersama bagi seluruh kawasan, bagi bangsa Iran, dan bagi komunitas internasional.
Baghaei mengirim pesan ganda: ke tetangga Teluk, jangan jadikan pangkalan AS sebagai tameng, karena itu justru membahayakan kalian; ke AS, kami tidak takut, dan perlawanan kami hanya untuk melawan agresi, bukan terhadap tetangga. Iran kembali mengajak pada dialog kawasan tanpa intervensi asing, seraya tetap kokoh di posisinya bahwa Hormuz adalah garis merah yang tidak bisa diganggu gugat.(Sail)