Wakil Ketua Parlemen Iran: AS Gagal Buka Hormuz, Kami Belum Serius
-
Ali Nikzad, Wakil Ketua Parlemen Iran
Pars Today - Wakil Ketua Parlemen Republik Islam Iran, merujuk pada kegagalan AS membuka Selat Hormuz dan menggagalkan rencana pemecahan Iran, menegaskan bahwa perang melawan kesombongan akan terus berlanjut hingga kemenangan akhir.
Dilansir Pars Today, 6 Mei 2026, Ali Nikzad, Wakil Ketua Parlemen Iran mengatakan, "Trump si terkutuk mengumumkan akan membuka Hormuz, tetapi tidak pernah bisa dan tidak akan pernah bisa. Setiap hari, 100 hingga 140 kapal tanker melintasi Hormuz, dan setiap tahun 6 hingga 7 miliar barel minyak ditransfer melalui jalur air strategis ini. Enam puluh persen cadangan minyak dunia berada di Venezuela, Arab Saudi, dan Iran."
Ia menegaskan, "AS berpikir dengan menguasai Venezuela dan menekan Arab Saudi, mereka bisa menelan Iran dan menguasai 60 persen minyak dunia. Namun minyak Iran tidak akan pernah jatuh ke tangan mereka."
Nikzad menambahkan, "Bom atom Iran adalah Hormuz itu sendiri. Pemimpin Revolusi Islam telah mengatakan, Teluk Persia adalah milik kita, AS tidak memiliki tempat di sana, dan Teluk Persia tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang."
Tehran sekali lagi mengirim pesan dengan kadar kepedasan tinggi: Pertama, AS kalah di Hormuz. Kedua, 60 persen minyak dunia tidak akan pernah dikuasai Amerika karena Iran akan mencegahnya. Ketiga, dan yang paling penting, Wakil Ketua Parlemen menyebut Hormuz sebagai "bom atom Iran", sebuah pernyataan doktrin bahwa kemampuan Iran mengendalikan selat ini sama strategisnya dengan senjata nuklir. Dunia boleh punya kekuatan militer, tetapi Iran punya kunci gerbang minyak.(Sail)