Proyek Kebebasan Gagal, Pasar Minyak Dunia Tarik Napas
https://parstoday.ir/id/news/world-i189528-proyek_kebebasan_gagal_pasar_minyak_dunia_tarik_napas
Pars Today - Harga minyak mengalami penurunan pada Rabu (6/5) seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah pasca-gagalnya petualangan baru Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
(last modified 2026-05-06T07:24:23+00:00 )
May 06, 2026 14:22 Asia/Jakarta
  • Pompa minyak
    Pompa minyak

Pars Today - Harga minyak mengalami penurunan pada Rabu (6/5) seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah pasca-gagalnya petualangan baru Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Dilansir IRNA, 6 Mei 2026, jaringan berita BBC melaporkan bahwa Trump menyatakan operasi ("Project Freedom"/Proyek Kebebasan) untuk mengawal kapal-kapal di jalur dagang strategis Selat Hormuz akan dihentikan.

Presiden Amerika Serikat tersebut meluncurkan proyek ini dengan dalih mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi justru memicu eskalasi ketegangan di kawasan.

Namun pada Rabu, setelah Trump menyatakan harapan untuk mencapai kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri konflik, harga minyak di pasar Asia mengalami koreksi.

Di pasar global, indeks minyak mentah Brent turun 1,7 persen menjadi 108 dolar AS (79,56 poundsterling) per barel, sementara minyak mentah Amerika Serikat (WTI) juga terkoreksi 1,6 persen ke level 100,60 dolar AS per barel.

Harga minyak sempat melonjak lebih dari 6 persen pada awal pekan ini seiring intensifikasi serangan di seluruh Timur Tengah, namun sejak itu berangsur menurun.

Harga energi global telah meningkat sejak serangan agresif Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran pada 28 Februari (9 Esfand), serta respons balasan Tehran terhadap kapal-kapal yang berupaya melintasi Selat Hormuz.

Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melewati selat strategis ini.

BBC mengutip Charu Chanana dari perusahaan investasi Saxo yang menyatakan bahwa bagi para trader, penghentian "Project Freedom" merupakan "sinyal keinginan Washington untuk memberi kesempatan baru bagi diplomasi". Namun, ia menambahkan bahwa ini belum tentu menjadi titik balik.

Chanana, strategiwan investasi, melanjutkan, "Pertanyaan kunci bagi para pedagang minyak adalah apakah ini akan membuahkan kemajuan nyata dalam membuka kembali perdagangan melalui Selat Hormuz. Saat ini, bukti yang mendukung hal tersebut masih sangat minim."

Trump, dengan mengulangi pola lamanya, tetap berbicara tentang keinginan mencapai kesepakatan dengan Iran, sembari meluncurkan "Project Freedom" yang ia gambarkan sebagai misi perlindungan pelayaran di Selat Hormuz, lengkap dengan peningkatan kehadiran militer dan retorika mengancam di kawasan.

Presiden Amerika Serikat itu, pada Selasa (5/5) waktu setempat, kembali menyampaikan klaim dan pernyataan kontradiktif di hadapan wartawan dengan menegaskan, Iran "ingin mencapai kesepakatan".(Sail)