Media Zionis Akui: Iran Pegang Inisiatif, Penentu Medan Perang
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189506-media_zionis_akui_iran_pegang_inisiatif_penentu_medan_perang
Pars Today - Surat kabar Maariv dalam sebuah analisis menulis bahwa Iran, dengan mempertahankan kemampuan nuklirnya, menguasai Selat Hormuz, mendukung perlawanan, serta memainkan peran di front utara Israel, berhasil memegang inisiatif dan sejauh ini adalah pemenang di medan perang.
(last modified 2026-05-06T04:59:51+00:00 )
May 06, 2026 11:58 Asia/Jakarta
  • Selat Hormuz
    Selat Hormuz

Pars Today - Surat kabar Maariv dalam sebuah analisis menulis bahwa Iran, dengan mempertahankan kemampuan nuklirnya, menguasai Selat Hormuz, mendukung perlawanan, serta memainkan peran di front utara Israel, berhasil memegang inisiatif dan sejauh ini adalah pemenang di medan perang.

Dilansir IRNA, 6 Mei 2026, Avi Ashkenazi, jurnalis militer surat kabar Zionis Maariv, dalam analisisnya menulis bahwa perkembangan terkini di kawasan menunjukkan bahwa Republik Islam Iran tidak hanya melemah di bawah tekanan AS dan rezim Zionis, tetapi justru memegang inisiatif di beberapa front dan menjadi aktor penentu di medan laga.

Menurut laporan ini, operasi AS untuk membuka Selat Hormuz dimulai saat sekitar seribu kapal telah terhenti akibat tindakan Iran menguasai jalur strategis tersebut, situasi yang menurut Maariv merupakan kemenangan bagi Iran.

Surat kabar itu menegaskan bahwa Iran masih berdiri teguh, mempertahankan program nuklirnya, dan sedang membangun kembali kemampuan rudal serta pertahanan udaranya, masalah yang mengkhawatirkan Tel Aviv.

Ashkenazi, merujuk pada laporan-laporan yang bertentangan tentang rudal Iran yang ditembakkan ke kapal-kapal AS, menulis bahwa fakta bahwa Iran adalah penentu dalam masalah ini, jelas menunjukkan: Iran sejauh ini telah menang dalam pertempuran ini.

Jurnalis Zionis itu juga mengakui bahwa kekuatan Iran tidak hanya di Teluk Persia, tetapi juga berdampak langsung pada front utara Israel. Sementara itu, ketakutan akan serangan Hizbullah telah menyebabkan dikerahkannya ribuan polisi untuk mencegah upacara keagamaan (Lag B'Omer) di Gunung Meron, utara Palestina yang diduduki. Pada saat yang sama, Hizbullah terus melancarkan operasi terhadap posisi tentara Israel, membuat permukiman utara dalam status siaga permanen.

Menurut Ashkenazi, tidak ada tanda-tanda bahwa Iran akan mundur dalam situasi saat ini, meninggalkan program nuklirnya, atau berhenti mendukung Hizbullah.

Di akhir laporan ini disebutkan, "Dalam situasi saat ini, Israel dan Amerika Serikat tidak dapat melanjutkan kehidupan ekonomi mereka, sementara Iran, dengan program nuklir, uranium yang diperkaya, kontrol atas Selat Hormuz, dan bahkan di front utara Israel, memegang inisiatif."

Media Zionis Maariv mengakui secara terbuka: Iran memegang kendali. Sementara AS dan sekutunya sibuk dengan sandiwara "Proyek Kebebasan" yang tidak membuahkan hasil, Iran justru semakin kokoh di nuklir, rudal, Hormuz, dan medan perang utara. Yang lebih memilukan bagi Zionis: perekonomian mereka terancam mandek, sementara Iran terus melaju. Ini bukan klaim Iran, ini pengakuan dari pihak yang berlawanan.(Sail)