Araghchi: Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Dulu, Tak Ada Negosiasi Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189412-araghchi_hormuz_tak_akan_kembali_seperti_dulu_tak_ada_negosiasi_nuklir
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen, menegaskan bahwa Iran sedang menyusun mekanisme baru untuk mengelola Selat Hormuz dan selat itu tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya.
(last modified 2026-05-04T18:06:10+00:00 )
May 04, 2026 20:49 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Araghch, Menteri Luar Negeri Iran
    Sayid Abbas Araghch, Menteri Luar Negeri Iran

Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen, menegaskan bahwa Iran sedang menyusun mekanisme baru untuk mengelola Selat Hormuz dan selat itu tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya.

Dilansir Pars Today, 4 Mei 2026, Ebrahim Rezaei, Juru Bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, menjelaskan hasil pertemuan hari Senin dengan Sayid Abbas Araghch, Menteri Luar Negeri Irani.

Araghchi melaporkan bahwa situasi Iran saat ini sangat berbeda dibanding sebelum perang 40 hari. Iran kini dipandang sebagai kekuatan besar. Musuh mengira Iran akan lemah, tetapi justru Iran berdiri melawan dua kekuatan nuklir dan menggagalkan tujuan-tujuan mereka.

Musuh menggunakan segala cara, kerusuhan, kudeta, serangan militer, gerakan separatis, tetapi gagal total. Iran bahkan sanggup memperluas perang ke target AS di kawasan dan menutup Selat Hormuz.

Sekarang, kata Araghchi, negara-negara mengubah cara bicara mereka ke Iran. Doktrin keamanan kawasan yang dulu berbasis pangkalan AS telah runtuh, karena pangkalan-pangkalan itu kini dianggap antikeamanan.

Araghchi menambahkan bahwa saat ini tidak ada negosiasi dengan musuh mengenai masalah nuklir. Iran siap untuk skenario apa pun. Iran juga menekankan perlunya gencatan senjata di Lebanon.

Yang terpenting, "Kami sedang menyusun mekanisme untuk mengelola Hormuz. Selat ini tidak akan kembali seperti dulu. Kapal-kapal yang bermusuhan tidak akan diizinkan melintas."

Resmi sudah: Hormuz bukan lagi 'jalan tol internasional' biasa, ia akan dikelola dengan aturan baru dari Tehran, tanpa negosiasi nuklir sebagai pelampiasan. Iran keluar dari perang 40 hari dengan peningkatan status: dihormati, ditakuti, dan lebih percaya diri dari sebelumnya.(Sail)