Drone Serat Optik Hizbullah, Mimpi Buruk Radar Israel
-
Serangan drone Hizbullah
Pars Today - Drone Hizbullah Lebanon yang menggunakan teknologi serat optik telah menjadi taktik kontra efektif terhadap sistem perang elektronik rezim Zionis, sekaligus memicu gelombang keputusasaan yang kian meluas di kalangan militer rezim tersebut.
Dilansir Mehr, 6 Mei 2026, meskipun angkatan bersenjata rezim Zionis memegang keunggulan udara mutlak dalam konflik terkini terhadap Hizbullah di Lebanon selatan, para prajuritnya kini justru menghadapi mimpi buruk tak terelakkan di medan tempur: drone murah yang dikendalikan via serat optik. Senjata baru Hizbullah ini telah memaksa rezim Zionis mengakui ketidakmampuannya menghadapi ancaman tersebut, sementara sistem pertahanan bernilai miliaran dolar mereka tak memiliki solusi memadai.
Situs berita Al-Mayadeen menyoroti kekebalan senjata baru Hizbullah terhadap gangguan elektronik musuh. Drone-drone ini berhasil melumpuhkan sistem pencegat rezim Zionis, mengacaukan kalkulasi medan tempur, dan menciptakan tantangan terbesar bagi militer rezim tersebut di Lebanon selatan. Situasi ini bahkan mendorong Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, turun tangan langsung dengan memerintahkan eliminasi ancaman ini, meski langkah konkret tampaknya belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat.
Militer rezim Zionis selama ini mengandalkan perang elektronik untuk mendeteksi dan menetralisir drone berbasis komunikasi nirkabel, yaitu dengan mengacaukan frekuensi sinyal. Namun, generasi terbaru drone Hizbullah yang beroperasi via serat optik, terhubung ke pusat kendali melalui kabel fisik, tidak dapat diatasi dengan metode konvensional tersebut.
Kabel yang Menyatu dengan Drone
Situs Zionis Walla menjelaskan bahwa drone yang dikendalikan via serat optik, juga dikenal sebagai "drone berkabel", bekerja melalui koneksi fisik ke serat optik tipis yang secara bertahap terbentang dari gulungan tetap di badan drone selama penerbangan. Mekanisme ini memungkinkan transmisi perintah dan gambar secara langsung melalui kabel tersebut.
Kemampuan dan Presisi Luar Biasa
Walla menambahkan bahwa drone model ini umumnya tidak memerlukan sistem GPS atau transmisi nirkabel, dua elemen yang sebelumnya justru menjadi celah untuk pelacakan dan penghancuran. Bandwidth serat optik memungkinkan streaming video berkualitas tinggi secara terus-menerus, bahkan di medan kompleks seperti lembah atau sela-sela bangunan. Hal ini memberikan kemampuan penargetan presisi terhadap kendaraan militer dan konsentrasi pasukan musuh.
Jangkauan Kabel dan Daya Angkut
Panjang kabel drone ini berkisar antara 10 hingga 30 kilometer, memungkinkan serangan terhadap sasaran jarak jauh. Selain itu, sejumlah varian dilengkapi hulu ledak seberat 10–20 kilogram, cukup untuk melumpuhkan kendaraan lapis baja, menjadikannya senjata mematikan yang efektif.
Drone yang Nyaris Tak Terdeteksi
Menurut para pakar, drone ini terbuat dari serat kaca ringan sehingga hampir tidak memancarkan jejak termal atau radar. Mereka juga mampu menembus sistem perlindungan aktif Trophy yang dipasang pada tank Merkava Israel, sistem yang sejatinya dirancang untuk mendeteksi dan mencegat proyektil masuk.
Para ahli menambahkan bahwa drone jenis ini merupakan pengembangan dari model yang digunakan dalam perang Ukraina. Namun, inovasi baru yang diterapkan di Lebanon selatan adalah pemanfaatan serat optik sebagai media kendali.
Alat Sederhana, Dampak Strategis
Avi Ashkenazi, wartawan militer harian Maariv, menggambarkan teknologi ini sebagai solusi sederhana dan murah. Komponennya tersedia di pasar sipil, dan dengan modifikasi minimal, dapat diubah menjadi alat serangan militer efektif yang mampu menimbulkan kerusakan signifikan di barisan musuh.
Ashkenazi mencatat bahwa drone tersebut terbang rendah, hampir tanpa suara, dan memiliki jangkauan deteksi terbatas, faktor yang justru mempersulit identifikasi oleh sistem pertahanan konvensional.
Keputusasaan Tanpa Jalan Keluar
Doron Kadosh, wartawan militer Radio Angkatan Bersenjata rezim Zionis, menulis bahwa ketidakmampuan menghentikan serangan ini telah memicu keputusasaan mendalam di kalangan komandan garis depan.
Mengutip seorang komandan Israel di Lebanon, Kadosh mengungkapkan frustrasi atas tidak adanya solusi teknis untuk drone baru ini. Satu-satunya instruksi yang diterima pasukan, "Tetap waspada, dan jika melihat drone, tembak segera."
Ashkenazi juga berpendapat bahwa militer rezim Zionis belum siap menghadapi ancaman drone Hizbullah yang memanfaatkan teknologi murah dan tersedia luas. Ia menambahkan bahwa ancaman ini telah berhasil menimbulkan kerugian bagi militer serta mengganggu kapasitas ofensif mereka di Lebanon selatan.
Taktik Terencana, Bukan Kebetulan
Nidal Abu Zeid, pakar urusan militer, menegaskan bahwa adopsi teknologi serat optik oleh Hizbullah bukanlah langkah sia-sia, melainkan taktik kontra yang dirancang khusus untuk menetralisir sistem perang elektronik rezim Zionis, yang sebelumnya efektif melumpuhkan drone nirkabel.
Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, Abu Zeid menyoroti presisi senjata ini dalam menargetkan salah satu helikopter evakuasi medis rezim Zionis. Ia menekankan bahwa teknologi ini membuktikan Hizbullah tidak beroperasi secara acak, melainkan menjalankan taktik terstruktur dengan tujuan "membuat buta" angkatan udara rezim Zionis.
Hal ini terlihat jelas dalam operasi drone tersebut yang secara konsisten menargetkan permukiman di utara, pangkalan intelijen Meron, serta balon mata-mata Aerostat yang bertugas mengumpulkan informasi dan memandu pesawat di kawasan selatan.(Sail)