Zarif Reaksi Dukungan Saudi dan Daesh kepada Perusuh di Iran
-
Mohammad Javad Zarif, Menlu RII.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, dukungan Presiden Amerika Serikat, Arab Suadi dan kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) kepada para perusuh yang membuat keonaran di Iran sungguh mengejutkan.
Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu dalam tweetnya pada Jumat (5/1/2017) ketika mereaksi dukungan bersamaan AS, Arab Saudi dan Daesh kepada para perusuh di Iran.
Ia menulis, "Arab Saudi dan Daesh sebagai kawan abadi, mengikuti jejak Trump, dimana semua mendukung kekerasan, kematian dan kehancuran di Iran. Mengapa kita tidak terkejut?"
Dalam beberapa hari lalu, Donald Trump, Presiden AS dalam tweetnya yang berulang, mengumumkan dukungan penuh kepada para perusuh di Iran. Dukungan tersebut merupakan campur tangan Washington dalam urusan dalam negeri Iran.
Hujjatul Islam wal Muslimin Mohammad Ja'far Montazeri, Jaksa Agung Iran dalam sebuat pernyataan, menyinggung rincian kamar operasi kerusuhan terbaru di Iran.
Ia mengatakan, proyek yang terdiri dari tiga sisi: Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan Arab Saudi ini telah dirancang sejak empat tahun lalu untuk menciptakan ketidakamanan di Iran.
"Perancang utama kerusuhan baru-baru ini di Republik Islam Iran adalah Michael D'Andrea, mantan pejabat kontra-terorisme Badan Intelijen Pusat AS (CIA)," kata Montazeri dalam pernyataannya di Qom, selatan Tehran, Kamis.
Sejak 28 Desember 2017, warga Iran di beberapa kota di negara ini turun ke jalan-jalan untuk memprotes kenaikan sejumlah harga barang dan lemahnya pengawasan pemerintah, namun sejumlah pihak memanfaatkan situasi itu untuk menciptakan kekacauan dengan merusak sarana publik dan membuat keonaran di bawah bayangan dukungan asing. (RA)