Pengguna Medsos Iran Menanggapi “Zaman Batu” Trump
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188374-pengguna_medsos_iran_menanggapi_zaman_batu_trump
Pars Today - Pernyataan menghina Donald Trump, Presiden AS, tentang “mengembalikan Iran ke zaman batu”, telah menimbulkan reaksi luas di kalangan pengguna media sosial Iran.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Apr 05, 2026 12:24 Asia/Jakarta
  • Piagam HAM pertama di dunia milik Iran
    Piagam HAM pertama di dunia milik Iran

Pars Today - Pernyataan menghina Donald Trump, Presiden AS, tentang “mengembalikan Iran ke zaman batu”, telah menimbulkan reaksi luas di kalangan pengguna media sosial Iran.

Donald Trump, Presiden AS, baru-baru ini, dalam upayanya untuk melarikan diri dari kubangan perang terhadap Iran, mengklaim akan mengembalikan orang Iran ke zaman batu. Pernyataan menghina dari presiden AS yang provokatif ini telah memicu banyak reaksi dari warga Iran.

Menurut laporan Pars Today, Mohammad Javad Azari Jahromi, salah satu tokoh politik Iran, dalam sebuah pesan di Telegram yang ditujukan kepada Donald Trump menulis, “Sebuah negara dan bangsa zaman batu akan menjadi ancaman besar bagi Anda dan sekutu Anda di seluruh dunia. Tuan Trump! Tanyakan ini pada para ahli pembangunan dan keamanan di universitas Anda.”

Alireza Rahimi, Sekretaris Dewan Tinggi Remaja dan Pemuda Iran, juga mengatakan, “Ancaman untuk mengembalikan Iran ke zaman batu adalah pengakuan atas ketidakmampuan untuk memahami suatu bangsa. Bangsa yang menciptakan peradaban ketika orang lain berada di zaman batu, tidak dapat dihentikan.”

Hesamuddin Ashna, seorang aktivis politik, juga menulis, “Kami bukan dalam satu hari keluar dari Zaman Batu sehingga kalian dapat membawa kami kembali ke sana. Kami telah membangun sejarah peradaban manusia. Lihatlah museum‑museum ternama untuk mengetahui bahwa kisah negeri kuno ini adalah cerita tentang ribuan tahun ketahanan dan inovasi.”

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di London juga menyebut ucapan ofensif tersebut sebagai “retorika abad pertengahan” dari salah satu anggota “kelas Epstein” dan menulis, “Sungguh memalukan bagi masyarakat Amerika bahwa seseorang seperti dia telah menjadi suara mereka.”

Seorang pengguna bernama Yahya menegaskan kepada Trump, “Pada saat orang seperti kalian masih mencari api di dalam gua, kami telah menulis hak asasi manusia pada Piagam Cyrus. Kami melewati badai Alexander dan serangan bangsa Mongol dan tetap bertahan. Karena Iran bukan hanya sebuah negara, melainkan sebuah peradaban.”

Babak Khaje‑Pasha, seorang sutradara Iran, juga berkata, “Tolong berikan definisi yang lebih jelas. Kami tidak begitu mengenal apa yang kalian sebut Zaman Batu. Iran lahir dalam peradaban. Peradaban tidak bisa dihancurkan dengan bom, wahai koboi.”

Abdolmajid Kharghani, seorang aktivis Iran lain di dunia maya menegaskan, “Pada saat kalian di Abad Pertengahan masih minum anggur dari tengkorak manusia, Iran sudah menjadi tanah para ilmuwan seperti Abu Rayhan Biruni, Syaikh Baha’i, Khwarizmi, Thusi, dan Suhrawardi. Pada ‘Zaman Batu’ versi kalian, Iran adalah bangsa paling beradab di dunia.”

Ehsan Ebadi juga bereaksi demikian, “Apakah tidak ada seorang pun yang mengetahui sejarah di Gedung Putih yang bisa memberi tahu badut abad ini bahwa 5.000 tahun sebelum Amerika yang pembunuh itu pada ‘Zaman Batu’-nya masih menyiksa suku Indian, di Iran kuno sudah ada operasi bedah tengkorak dan mata buatan?”(sl)