IRGC: Jari di Pelatuk, Siap Respons yang Membuat Musuh Menyesal
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191350-irgc_jari_di_pelatuk_siap_respons_yang_membuat_musuh_menyesal
Pars Today - Korps Pengawal Revolusi Islam, dalam peringatan ulang tahun Operasi Janji Sejati 3 dan perang yang dipaksakan kedua terhadap Republik Islam Iran, mengumumkan, “Hari ini Republik Islam Iran, dengan memanfaatkan pengalaman berharga dari Pertahanan Suci dan pertempuran bersejarah dalam perang yang dipaksakan 12 hari dan 40 hari, dengan jari di pelatuk, siap memberikan respons yang tegas, segera, menyakitkan, dan membuat menyesal terhadap setiap ancaman, agresi, serangan, atau kesalah
(last modified 2026-06-12T06:39:21+00:00 )
Jun 12, 2026 13:37 Asia/Jakarta
  • IRGC
    IRGC

Pars Today - Korps Pengawal Revolusi Islam, dalam peringatan ulang tahun Operasi Janji Sejati 3 dan perang yang dipaksakan kedua terhadap Republik Islam Iran, mengumumkan, “Hari ini Republik Islam Iran, dengan memanfaatkan pengalaman berharga dari Pertahanan Suci dan pertempuran bersejarah dalam perang yang dipaksakan 12 hari dan 40 hari, dengan jari di pelatuk, siap memberikan respons yang tegas, segera, menyakitkan, dan membuat menyesal terhadap setiap ancaman, agresi, serangan, atau kesalah

Melansir Pars Today dari IRNA, 12 Juni 2026, dalam pernyataan Korps Pengawal Revolusi Islam disebutkan, “23 Khordad mengingatkan pada salah satu momen paling menentukan dan membanggakan dalam sejarah kontemporer Iran Islami, yang di dahinya terukir kejayaan Pertahanan Suci Kedua, melawan musuh-musuh berhalusinasi yang memaksakan perang menyeluruh ke negeri ini dengan tujuan melemahkan daya gentar Republik Islam, menghancurkan semangat bangsa, meruntuhkan sistem, dan memecah belah tanah air Islami.”

Korps Pengawal Revolusi menekankan, “Musuh Zionis-Amerika mengira dengan memanfaatkan secara simultan kapasitas-kapasitas militer, keamanan, intelijen, media, ekonomi, dan perang kognitif, mereka akan mampu menghalangi bangsa besar Iran dari jalur kehormatan, kemerdekaan, dan kemajuan, tetapi apa yang terjadi di panggung realitas adalah kekalahan berat perhitungan strategis front Amerika-Zionis, dan tercatatnya epik abadi dalam sejarah perlawanan bangsa Iran.

Kemenhan Iran: Kesalahan Perhitungan Musuh akan Dijawab di Luar Bayangan

Dalam kaitan yang sama, Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran juga dalam sebuah pernyataan mengumumkan, “23 Khordad 1404 adalah awal Pertahanan Suci bangsa Iran melawan agresi bersama rezim Zionis dan Amerika yang kriminal, yang dilakukan dengan tujuan memecah belah Iran serta menyerang kemerdekaan, keamanan, dan eksistensi sistem Republik Islam, dan dalam kondisi ketika kedua pihak sedang dalam jalur diplomasi dan negosiasi, tetapi sekali lagi mengungkap sifat musuh bangsa Iran yang menipu, pengkhianat, dan kriminal.”

Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran dalam pernyataan ini, dengan menghormati dan memuliakan syuhada Pertahanan Suci 12 Hari dan Pertahanan Suci Ramadan, khususnya syuhada Kementerian Pertahanan dan Menteri Pertahanan yang syahid, serta para mantan menteri yang syahid, menekankan bahwa jalur kehormatan, kemajuan, dan kewibawaan Iran Islami akan terus berlanjut dengan kekuatan, dan putra-putra bangsa di industri pertahanan Iran akan terus dengan segala kemampuan mendukung angkatan bersenjata dan meningkatkan daya gentar Republik Islam Iran.

Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran menegaskan, “Setiap kesalahan perhitungan atau serangan terhadap keamanan dan integritas teritorial Iran akan dihadapkan dengan respons yang tegas, membuat menyesal, dan di luar bayangan keliru musuh-musuh.”

Dua pernyataan dari dua lembaga berbeda,te tapi dengan narasi yang hampir identik, ini bukan kebetulan. Ini adalah koordinasi pesan yang dirancang untuk menunjukkan "kesatuan komando" di hadapan musuh. Yang menarik adalah evolusi terminologi: "Pertahanan Suci", yang dulu eksklusif untuk Perang Iran-Irak (1980-1988), kini dipakai untuk konflik baru ini. Ini adalah cara Iran "menyucikan" perang terkini, menempatkannya dalam narasi yang sama dengan perang 8 tahun yang menjadi fondasi identitas nasional. Dan frasa "di luar bayangan keliru musuh" adalah cara halus untuk berkata: "Kalian pikir kalian tahu kekuatan kami? Kalian salah." Ini bukan sekadar ancaman militer, ini adalah perang psikologis yang dimainkan di atas kata-kata.(Sail)