Iran-Qatar Serukan Perluasan Kerjasama Bilateral
-
Hassan Rouhani, Presiden RII.
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, hari ini ada keinginan yang baik bagi perluasan kerjasama antara Tehran dan Doha, di mana peningkatan hubungan dan kerjasama ini harus diupayakan dengan memanfaatkan berbagai kapasitas dan kemampuan yang ada.
Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Ahmed bin Abdullah bin Zaid Al Mahmoud, Ketua Parlemen Qatar dan Ketua Dewan Penasihat (Shura) negara ini pada hari Selasa (16/1/2018).
"Jika negara-negara regional terutama negara-negara tetangga memiliki perselisihan, maka konflik ini harus diselesaikan hanya melalui dialog," kata Rouhani ketika menyinggung segala bentuk tekanan terhadap pemerintah dan rakyat Qatar.
Ia lebih lanjut menyinggung perluasan hubungan komprehensif Iran dengan Qatar, dan menuturkan, Republik Islam tidak akan membiarkan rakyat Muslim negara ini di bawah tekanan yang tidak adil.
Sementara itu, Ketua Parlemen Qatar mengapresiasi posisi dan dukungan efektif Iran kepada pemerintah dan rakyat negaranya.
"Saat ini hubungan Qatar dan Republik Islam Iran terjalin atas dasar bertetangga yang baik dan harus diupayakan agar hubungan kedua negara diperluas," kata Ahmed bin Abdullah.
Ia menegaskan, hari ini Qatar melalui bantuan dan dukungan negara-negara sahabat terutama Iran berdiri lebih kuat dari sebelumnya dalam menghadapi berbagai konspirasi.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir telah memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar pada tanggal 5 Juni 2017. Keputusan ini diambil karena Qatar dianggap tidak selaras dengan kebijakan mereka.
Selain memboikot Doha, keempat negara Arab tersebut juga menutup perbatasan udara, darat dan lautnya terhadap Qatar sehingga Iran turun tangan membantu negara itu untuk bisa keluar dari krisis yang dihadapi. (RA)