Tuding Iran, Saudi Tutupi Perannya Lahirkan Teroris
https://parstoday.ir/id/news/iran-i53688-tuding_iran_saudi_tutupi_perannya_lahirkan_teroris
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tuduhan Putra Mahkota Arab Saudi terkait kehadiran sejumlah pemimpin Al Qaeda di Iran sebagai kebohongan besar. Menurutnya, Mohammed bin Salman tidak bisa menutupi peran Riyadh dalam melahirkan kelompok-kelompok teroris dengan kebohongan ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 20, 2018 15:14 Asia/Jakarta
  • Bahram Ghasemi
    Bahram Ghasemi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tuduhan Putra Mahkota Arab Saudi terkait kehadiran sejumlah pemimpin Al Qaeda di Iran sebagai kebohongan besar. Menurutnya, Mohammed bin Salman tidak bisa menutupi peran Riyadh dalam melahirkan kelompok-kelompok teroris dengan kebohongan ini.

Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, Senin (19/3/2018) malam dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC menuduh Iran menampung para pemimpin Al Qaeda termasuk putra Osama bin Laden.

IRNA melaporkan, Bahram Ghasemi, Jubir Kemenlu Iran, Selasa (20/3/2018) mereaksi statemen serampangan Mohammed bin Salman, dan mengatakan, di tahun-tahun pertama agresi militer Amerika ke Afghanistan, ketika pasukan Al Qaeda melarikan diri termasuk ke Saudi, beberapa dari mereka masuk ke Iran tanpa izin lewat perbatasan penjang Iran-Afghanistan, namun kemudian ditangkap dan diekstradisi.

Mohammed bin Salman

Ghasemi menambahkan, di antara yang ditangkap itu ada beberapa anggota keluarga bin Laden. Namun karena memilki dokumen kewarganegaraan Saudi, pihak Iran akhirnya menginformasikan masalah tersebut kepada Riyadh dan putri Osama bin Laden diserahkan ke Kedutaan Besar Saudi di Tehran saat itu, dengan koordinasi Riyadh.

Menurut Jubir Kemenlu Iran, pemerintah Saudi berpandangan bahwa anggota Osama bin Laden yang lain juga masuk ke Iran tanpa izin lewat perbatasan Afghanistan.

Ghasemi menjelaskan, berdasarkan bukti yang ada, kelompok teroris Al Qaeda dibentuk oleh badan intelijen Saudi sendiri.

"Dokumen rahasia Amerika terkait peristiwa 11 September 2001 menunjukkan, sejumlah banyak pejabat dan warga Saudi yang sekarang menduduki pos pemerintahan di negara itu, terlibat langsung dalam peristiwa tersebut," pungkasnya. (HS/PH)