Kemenlu Yaman: Pencapaian Saudi dalam Pertempuran Hanyalah Ilusi Media
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198122-kemenlu_yaman_pencapaian_saudi_dalam_pertempuran_hanyalah_ilusi_media
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Yaman dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa klaim Arab Saudi tentang pencapaian militer di tanah Yaman, hanyalah "kemenangan fantasi" dan narasi palsu yang ditindaklanjuti dengan tujuan menipu opini publik.
(last modified 2026-10-07T07:16:14+00:00 )
Okt 07, 2026 14:06 Asia/Jakarta
  • Gedung Kementerian Luar Negeri Yaman
    Gedung Kementerian Luar Negeri Yaman

Pars Today - Kementerian Luar Negeri Yaman dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa klaim Arab Saudi tentang pencapaian militer di tanah Yaman, hanyalah "kemenangan fantasi" dan narasi palsu yang ditindaklanjuti dengan tujuan menipu opini publik.

Melansir Pars Today yang mengutip kantor berita Mehr, Rabu, 07 Oktober 2026, Kementerian Luar Negeri Yaman Selasa (6/10) malam dalam sebuah pernyataan sebagai respons terhadap klaim terbaru Riyadh menegaskan bahwa pendekatan yang berbasis kebohongan dan informasi yang salah, telah menyeret rezim Saudi ke dalam rawa kemunafikan dan penipuan.

Dalam pernyataan ini disebutkan, "Media-media yang menerima narasi palsu rezim Saudi, telah dihadapkan pada kenyataan dan menunjukkan sifat menipu mereka kepada audiens."

Kementerian Luar Negeri Yaman dengan merujuk pada situasi medan di wilayah yang dikuasai, menegaskan bahwa seluruh bagian barat dan pesisir barat Provinsi "Taiz" berada di bawah perlindungan penuh angkatan bersenjata Yaman dan tidak ada kemajuan militer apa pun yang mungkin bagi pasukan Saudi.

Pernyataan ini mencatat bahwa fajar kebebasan di Yaman, akan menjadi bukti senja rezim Saudi dan rezim ini pada akhirnya akan menghadapi kekalahan dan penghapusan dari sejarah Yaman.

"Kementerian Luar Negeri Yaman dalam pernyataannya menilai klaim Arab Saudi tentang pencapaian militer di tanah Yaman sebagai "kemenangan fantasi" dan narasi palsu untuk menipu opini publik. Kemenlu Yaman menegaskan pendekatan berbasis kebohongan dan informasi salah telah menyeret rezim Saudi ke rawa kemunafikan dan penipuan."(Sail)