Iran Minta Saudi Berhenti Kobarkan Perang di Yaman
-
Wakil Tetap Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo.
Wakil Tetap Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo meminta Arab Saudi untuk berhenti mengobarkan perang di Yaman.
Arab Saudi telah mengirim sebuah surat ke PBB yang mengklaim bahwa rudal yang ditembakkan Yaman ke Riyadh berasal dari Iran.
Menanggapi klaim itu, Khoshroo kepada para wartawan Iran di New York, mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya di mana Saudi menyerang Iran lewat surat demi menutupi kekalahannya di Yaman. Demikian dikutip IRNA, Rabu (28/3/2018).
Rezim Saudi dengan dukungan AS dan Uni Emirat Arab, menyerang Yaman sejak Maret 2015. Mereka juga memblokade Yaman dari darat, udara dan laut. Agresi Saudi telah menewaskan lebih dari 14.000 orang Yaman, melukai puluhan ribu, dan memaksa jutaan lainnya mengungsi.
Khoshroo menuturkan, Saudi telah memaksakan kelaparan dan tragedi kemanusiaan terhadap rakyat Yaman. "Saudi secara rutin melemparkan tuduhan tak berdasar terhadap Iran demi menutupi kejahatannya di Yaman," tegasnya.
"Iran selalu menolak tuduhan tersebut dan Republik Islam tidak melihat ada solusi lain untuk Yaman selain penyelesaian politik," tambahnya.
Menurut Khoshroo, Arab Saudi harus berhenti berpetualang dan mengobarkan perang, dan terlibat dalam sebuah perundingan politik konstruktif dengan Yaman, sebagai tetangganya.
Koalisi agresor pimpinan Saudi selalu menuding Iran mengirim senjata dan rudal ke pasukan rakyat Yaman. Namun, para pejabat Yaman menegaskan kekuatan pertahanan militer mereka sepenuhnya mengandalkan potensi dalam negeri. (RM/PH)