Araghchi: Tidak Mungkin Menghubungkan JCPOA dengan Masalah Lain
-
Sayid Abbas Araghchi
Deputi menteri luar negeri Iran urusan hukum dan internasional dalam wawancara dengan surat kabar El Pais Spanyol mengatakan, bila kekuatan-kekuatan dunia berusaha menghubungkan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), maka kesepakatan ini bakal hilang.
Sayid Abbas Araghchi, deputi bidang hukum dan internasional menteri luar negeri Republik Islam Iran menyinggung pembicaraan Iran dan wakil-wakil Eropa yang terlibat dalam JCPOA untuk menghidupkan kesepakatan ini seraya mengatakan, Tehran tidak menginginkan lebih dari apa yang telah disepakati dari JCPOA.
Deputi Menlu Iran urusan hukum dan internasional menyebut pengakuan tiga negara Eropa Inggris, Perancis dan Jerman tentang Amerika yang tidak komitmen dengan JCPOA dan mengatakan, sekarang giliran pihak Eropa yang berusaha untuk mempertahankan JCPOA.
"Bila pihak Eropa ingin menghubungkan masalah selain nuklir seperti rudal dengan masalah nuklir, maka kesepakatan ini hilang dan membuat solusi pelbagai masalah menjadi lebih rumit," ungkap Araghchi.
Araghchi menolak segala bentuk kesepakatan baru Iran dengan pihak-pihak JCPOA seraya mengatakan, bagaimana dapat berunding tentang pelbagai masalah, sementara kesepakatan JCPOa belum diimplementasikan.
Deputi Menlu Iran urusan hukum dan internasional menegaskan, pesan Iran sangat jelas. Prioritas adalah implementasi JCPOA, setelah itu baru berbicara terkait berbagai masalah.
Sekaitan dengan kekhawatiran Barat soal kerjasama keamanan Iran dan Suriah dalam memerangi terorisme, Araghchi mengatakan, pasukan Iran berada di Suriah sesuai permintaan pemerintah Damaskus dan kami melakukannya bukan hanya untuk keamaman Iran, tapi seluruh kawasan.