Zarif: Hubungan Iran dan Austria Berakar Kuat
-
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan bahwa hubungan yang kuat dan saling menghormati antara Republik Islam Iran dan Austria telah berlangsung lama.
Mohammad Javad Zarif dalam acara peringatan "160 Tahun Hubungan Politik Iran dan Austria" Rabu sore (4/7) mengatakan, sambutan baik dari rakyat dan negara sahabat Austria terhadap kunjungan Presiden Republik Islam Iran menjadi titik balik penting dari hubungan bilateral yang telah terjalin selama beberapa dekade.
"Iran termasuk deretan negara pertama yang mengakui secara resmi berdirinya Austria pasca perang dunia pertama di tahun 1920 M. Sejak itu, ditandatangani kesepakatan penting di berbagai bidang antara kedua negara," ujar Zarif.
Selain itu, Zarif juga mengapresiasi peran penting Austria sebagai tuan rumah perundingan nuklir antara Iran dan kelompok 5+1 yang membuahkan kesepakatan bersejarah JCPOA.
Iran dan kelompok 5+1 mencapai kesepakatan nuklir JCPOA tahun 2015, tapi AS keluar dari kesepakatan internasional yang didukung Dewan Keamanan PBB itu pada Mei 2018.
Menlu Iran mendampingi Presiden Hassan Rouhani Selasa malam meninggalkan Swiss menuju Austria untuk melanjutkan kunjungan resmi kenegaraannya ke Wina.
Presiden Iran dalam lawatannya ke Austria menandatangani empat nota kesepahaman di bidang transportasi, manajemen air, energi terbarukan dan kerja sama tambang.
Presiden Iran Rabu malam bertolak meninggalkan Wina kembali ke Tehran mengakhiri kunjungannya.(PH)