Hubungan Perbankan; Kerangka Strategis Kerjasama Ekonomi Iran-Rusia
-
Pertemuan Ali Larijani dan Leonid Slutsky
Ketua Parlemen Republik Islam Iran menghargai hubungan antara Tehran dan Moskow serta mengatakan bahwa ada ide bagus untuk memperluas kerjasama ekonomi bilateral.
Ali Larijani hari Rabu (01/8) dalam pertemuan dengan Leonid Slutsky, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Duma Rusia di Tehran mengatakan, sangat penting memperkuat hubungan perbankan antara Iran dan Rusia. Ketua Komite Luar Negeri Duma Rusia juga menekankan bahwa posisi geopolitik Rusia dan Iran membutuhkan hubungan yang lebih dekat satu sama lain seraya mengatakan bahwa Tehran dan Moskow harus meluncurkan proyek bilateral di berbagai bidang, termasuk minyak, gas dan kereta api.
Republik Islam Iran dan Rusia setelah Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) memiliki kemitraan strategis yang luas dan ini menunjukkan saling percaya di antara kedua negara. Hari ini, dengan memperhatikan kebijakan unilateralisme Amerika Serikat dan pendekatan Perang Dingin pemerintah Donald Trump atas Rusia, Tehran dan Moskow, sebagai dua pemain independen lebih mungkin memperluas kerjasama mereka di semua level, terutama ekonomi. Kebijakan sanksi AS terhadap Iran dan Rusia akan dinetralkan dengan kerjasama ekonomi dua negara di luar dominasi dolar Amerika.
Dalam kerangka yang sama, konsultasi berkelanjutan antara pejabat senior Iran dan Rusia merupakan agenda kedua negara. Sebelum kunjungan ketua Komite Hubungan Luar Negeri Duma Rusia ke Tehran, Ali Akbar Velayati, Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran bidang Internasional mengunjungi Rusia dan meninjau kerjasama strategis antara kedua negara, terutama di bidang ekonomi bersama Vladimir Putin, Presiden Rusia.
Velayati setelah bertemu dengan Putin mengatakan, Presiden Rusia menekankan perluasan hubungan perminyakan antara kedua negara dan peningkatan investasi di sektor industri perminyakan dan gas Iran hingga 50 miliar dolar, dimana nilai investasi ini dapat menjadi alternatif yang baik untuk perusahaan-perusahaan Barat yang meninggalkan Iran.
Demi mengejar tujuan strategis yang ambisius ini dibutuhkan hubungan luas di sektor perbankan. Perlu upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi hubungan perbankan yang lebih kondusif bagi hubungan ekonomi dan perdagangan Tehran-Moskow. Hubungan perdagangan dan pertukaran dengan menggunakan "mata uang nasional" akan membantu Republik Islam Iran dan Rusia untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan dan direncanakan.
Sekaitan dengan pembahasan perbankan, baru-baru ini diselenggarakan pertemuan keenam kelompok perbankan dan keuangan Iran-Rusia dengan dihadiri Hossein Yaghoubi Miab, Deputi Gubernur Bank Sentral Republik Islam Iran dan timpalannya dari Rusia, Dmitry Skobelkin di Tehran. Di akhir pertemuan, ditandatangani sebuah nota kerjasama antara Iran dan Rusia.
Nota kesepahaman itu menunjukkan bahwa Iran dan Rusia dengan kerjasama perbankan menginginkan perluasan hubungan ekonomi. Saat ini, karena kurangnya hubungan perbankan, tingkat volume perdagangan tidak memuaskan dan masih memiliki jarak yang panjang dengan target yang ditetapkan. Pada 2017, ekspor Iran ke Rusia mencapai 286 juta dolar, sementara impor dari Rusia mencapai 704 juta dolar.
Deputi Gubernur Bank Sentral Republik Islam Iran mengatakan, dengan menghapus pembatasan dan menciptakan sarana yang diperlukan di bidang hubungan perbankan antara Iran dan Rusia, persiapan akan dilakukan untuk memfasilitasi dan memperluas volume perdagangan.
Pekan lalu, Duta Besar Rusia untuk Iran, Levan Dzhagaryan juga mengevaluasi hubungan ekonomi Tehran-Moskow dan mengatakan, dalam proses kerjasama ekonomi antara Iran dan Rusia, ada hambatan yang memperlambat hubungan ini dan menghilangkan hambatan ini dapat mempercepat dan meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi bilateral.