Perundingan Menhan Iran di Suriah; Penekanan Pada Kerjasama Strategis
-
Penandatanganan nota kesepakatan antara Menhan Iran dan Suriah
Brigjen Amir Hatami, Menteri Pertahanan Republik Islam Iran hari Ahad (26/8) dalam pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad menyampaikan ucapan selamat atas kemengangan pasukan Muqawama dan militer Suriah melawan para teroris seraya mengatakan, bukan hanya warga yang tinggal di kawasan, tapi seluruh dunia berutang pada perjuangan yang telah dilakukan di negara ini melawan para teroris.
Sementara saat Amir Hatami melakukan pertemuan dengan Ali Abdullah Ayyoub, Menteri Pertahanan Suriah, keduanya bertukar pikiran soal hubungan bilateral dan kerjasaman Iran dan Suriah memerangi terorisme. Setelah melakukan pembicaraan, Menhan Iran dan Suriah menandatangani dokumen nota kesepakatan kerjasaman pertahanan antara kedua negara.
Republik Islam Iran berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial Suriah. Karena keamanan di negara ini memberikan kontribusi bagi stabilitas kawasan. Memang, jika Iran tidak berupaya memerangi terorisme, tidak jelas apa yang akan terjadi pada negara-negara kawasan.
Sekarang, dengan dukungan Republik Islam Iran dan Rusia, kemenangan besar telah dicapai dalam menghadapi kelompok-kelompok teroris dan pendukung mereka di Suriah. Tidak diragukan lagi bahwa kelanjutan kerjasama bilateral dan multilateral pada akhirnya bakal mewujudkan kepentingan kawasan. Pembebasan Suriah dari keberadaan terorisme kini telah menutup segala bentuk alasan bagi campur tangan pihak asing. Mengingat fakta bahwa kemenangan di Suriah telah menjadi sumber kekhawatiran bagi musuh yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan.
Banyak analis percaya bahwa Amerika Serikat menganggap Iran sebagai alasan kegagalan berturut-turut di kawasan ini dan kegagalannya dalam mengejar kebijakan dominasinya.
Abdel Bari Atwan, analis terkenal Arab dan editor surat kabar Rai al-Youm dalam artikel yang dimuat situs koran ini menulis, Israel mengancam akan menghilangkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan sistemnya dari peta dunia, tetapi ada pepatah mengatakan bahwa "batu besar tanda tidak melempar". Sudah lebih dari 20 tahun bagi Israel untuk melakukan ancaman semacam itu tetapi tidak melakukannya, apa yang harus ditakutkan Israel adalah bahwa jika perang dimulai, rezim ini yang akan benar-benar dihancurkan, .... Suriah dari delapan ribu tahun yang lalu sudah ada di peta dunia, sementara usia Israel baru melewati 70 tahun, dimana belum pernah menang dalam perang apa pun selama 35 tahun terakhir, dan mereka yang mengancam harus melihat fakta-fakta yang terdokumentasi ini.
Menteri Pertahanan Suriah Mahmoud al-Shawa menilai pertemuan dan lobi-lobi teratur para pejabat dua negara serta kerjasama dan koordinasi bilateral, terutama dalam memerangi kelompok-kelompok teroris dalam kerangka ini. Al-Shawa percaya bahwa kerja sama ini adalah tindakan melawan rencana perang poros jahat Amerika-Zionis. Ditekankannya, Suriah meminta perluasan hubungan dan kerjasama dengan Iran, khususnya dibidang pertahanan dan militer.
Yang pasti, meletakkan Iran sebagai fokus dari perkembangan di Suriah mencerminkan pengaruh Republik Islam Iran dalam konstelasi politik regional. Oleh karena itu, Menteri Pertahanan Iran menyinggung kehadiran para penasihat Iran di Suriah sebagai bentuk permintaan dari pemerintah negara ini dan menegaskan, kehadiran penasihat Iran di Suriah berlandaskan kehendak para pejabat kedua negara.