Iran Aktualita 14 September 2018
https://parstoday.ir/id/news/iran-i61893-iran_aktualita_14_september_2018
Sejumlah tema yang dibahas di Iran Aktualita edisi 14 September 2018; Pertemuan Rahbar dengan Dewan Pakar Kepemimpinan Iran, Tehran Tuan Rumah KTT Trilateral Iran, Turki dan Rusia, Rahbar: Iran dan Turki Dua Kekuatan di Dunia Islam dan Rouhani: Musuh Tidak Mampu Menghentikan Bangsa Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 14, 2018 09:08 Asia/Jakarta

Sejumlah tema yang dibahas di Iran Aktualita edisi 14 September 2018; Pertemuan Rahbar dengan Dewan Pakar Kepemimpinan Iran, Tehran Tuan Rumah KTT Trilateral Iran, Turki dan Rusia, Rahbar: Iran dan Turki Dua Kekuatan di Dunia Islam dan Rouhani: Musuh Tidak Mampu Menghentikan Bangsa Iran.

Majelis Khobregan atau Dewan Pakar Kepemimpinan merupakan lembaga penting dan vital di sistem politik Republik Islam Iran. Anggota lembaga ini dalam koridor tugas dan tanggung jawabnya selain mengemban tugas penting dalam memilih Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam di kondisi yang diperlukan, juga mengawasi isu-isu yang terjadi di dalam negeri. Dengan demikian peran Majelis Khobregan adalah menjadi sandaran dan jaminan bagi keterjagaan sistem pemerintah.

Ayatullah Khamenei bertemu ketua dan anggota Dewan Ahli Kepemimpinan

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ketua dan anggota Dewan Pakar Kepemimpinan Iran hari Kamis (6/9) menegaskan, meskipun menghadapai berbagai serangan musuh, Republik Islam tetap tegar berdiri, seperti pohon kebaikan yang akarnya terhunjam ke tanah, sedangkan pohon dan rantingnya tumbuh dan berbuah.

Ayatullah Khamenei menjelaskan saat ini Iran berada dalam kondisi sensitif, dan mengungkapkan, "Sensitivitas situasi disebabkan karena negara Islam melangkahkan kaki di sebuah jalan dengan program dan beraneka ragam pandangan selama empat dekade, yang bergerak berseberangan dengan jalur umum hegemoni dan negara arogan dunia,".

Kemenangan Revolusi Islam tahun 1979 mengubah Iran yang tampil dengan wajah barunya memasuki arena internasional. Iran tampil sebagai kekuatan independen yang tidak bergantung terhadap blok Barat maupun Timur. Perjalanan empat dekade menunjukkan bahwa Republik Islam telah menjadi pohon yang berdiri kokoh menghadapi berbagai terjangan badai dan krisis yang datang silih berganti.

Hingga kini musuh terus-menerus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menjegal kemajuan Iran dan penyebaran Islam  di arena internasional dari berbagai arah. Segala cara telah ditempuh musuh dari ancaman perang, pengerahan teroris, hingga menggunakan negara ketiga seperti rezim Saddam di awal kemunculan Republik Islam yang berusia seumur jagung ketika itu. Kini musuh menggunakan sanksi dan tekanan ekonomi untuk melumpuhkan Iran.

Musuh saat ini berambisi untuk menghambat peran aktif Republik Islam Iran di kawasan dengan melancarkan perang psikologis dan ekonomi. Meskipun sebagian masalah ekonomi domestik berkaitan dengan manajemen pemerintah, tapi persoalan ekonomi yang melilit dalam negeri dirancang musuh demi melemahkan kekuatan Iran, sehingga tingkat harapan rakyat semakin luntur. Dengan cara itu, mereka mengira bisa mewujudkan ambisinya menguasai Iran.

File suara

Sebuah masyarakat ketika melangkah ke jalan baru dan merilis klaim berbeda dan dengan klaim berbedanya ini memasuki arena internasional yang penuh kontradiksi. Sistem dengan karakteristik ini, wajar di berbagai era akan menghadapi beragam kondisi dan tentunya ia harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Di era awal kemunculan Islam kondisi juga seperti ini dan dewasa ini juga hal ini terulang. Ada kontradiksi global, sebuah arus dunia politik internasional dan kita bergerak melawan arus yang ada. Arus global adalah arus arogansi dan sistem hegemoni.

Vladimir Putin, Hassan Rouhani dan Recep Tayyip Erdogan

Presiden Iran, Rusia, dan Turki bertemu di Tehran pada hari Jumat (7/9/2018) untuk mengadakan KTT ketiga perundingan damai Suriah. KTT Tehran dihadiri oleh Presiden Hassan Rouhani, Presiden Vladimir Putin, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk membicarakan perkembangan terbaru di Suriah.

Mereka akan membahas kerjasama regional untuk memperkuat stabilitas dan keamanan di Suriah sebagai kelanjutan dari dua KTT sebelumnya di Sochi, Rusia dan Ankara, Turki.

Para delegasi dari tiga negara tersebut telah melakukan 10 pertemuan dalam konteks perundingan damai Astana. Pertemuan Astana fokus mendiskusikan cara-cara mengakhiri krisis Suriah, memerangi terorisme, prosedur membantu pemerintah sah Suriah dalam menumpas teroris, langkah-langkah membangun zona de-eskalasi konflik, dan normalisasi hubungan dengan misi memperluas operasi bantuan kemanusiaan.

KTT Tehran akan membahas dukungan untuk pemerintah Suriah dalam menumpas habis teroris, memperkuat proses politik untuk memecahkan krisis, memulangkan lebih dari enam juta pengungsi Suriah, dan menarik dukungan internasional untuk program rekonstruksi dan pembangunan ekonomi.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan pada hari Jumat (7/9/2018) bahwa kebutuhan mendesak Dunia Islam saat ini adalah persatuan di antara negara-negara Muslim. "Persatuan dan kerja sama di antara mereka pasti akan membuka jalan untuk menyelesaikan persoalan di wilayah kita," kata Rahbar dalam pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Tehran.

Recep Tayyip Erdogan dan Ayatullah Khamenei

Oleh karena itu, lanjut Rahbar, front arogansi yang dipimpin Amerika Serikat khawatir dengan kerja sama dan hubungan persahabatan di antara negara-negara Muslim dan terbentuknya sebuah kekuatan Islam. Menurutnya, kekhawatiran seperti itu telah menjadi dalih permusuhan AS terhadap negara-negara Muslim yang kuat.

“Republik Islam Iran dan Turki adalah dua negara yang kuat dan bermartabat di kawasan serta memiliki motivasi yang sama untuk Dunia Islam. Oleh sebab itu, hubungan politik dan ekonomi kedua pihak harus diperluas," ujar Ayatullah Khamenei. Mengacu pada kerja sama dan hubungan baik Tehran-Ankara sejak berkuasanya gerakan pro-Islam di Turki, Rahbar menekankan titik-titik kesamaan harus diperkuat sebisa mungkin.

Ayatullah Khamenei juga memuji posisi yang diambil oleh Erdogan mengenai masalah Myanmar. Terkait dengan isu Palestina, Rahbar menegaskan masalah Palestina akan selalu penting dan tidak boleh diabaikan walaupun sesaat.

Sementara saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (7/9/2018) malam Rahbar mengatakan, kerja sama Iran-Rusia terkait Suriah adalah sebuah model unggul dan pengalaman yang sangat baik dari kerja sama bilateral yang sinergis dalam arti yang sebenar-benarnya.

Rahbar, menegaskan bahwa kerja sama bilateral Iran-Rusia dapat diperluas dalam isu-isu global. Menurutnya, salah satu bidang yang bisa menjadi garapan kerja sama kedua pihak adalah upaya mengontrol Amerika Serikat, karena Washington adalah bahaya bagi umat manusia dan ada kemungkinan untuk mengontrolnya.

Vladimir Putin dan Ayatullah Khamenei

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, musuh-musuh tidak mampu menghentikan bangsa Iran di jalur kemajuan. Menurut laporan Pusat Informasi Kepresidenan Iran, Hassan Rouhani, Presiden Iran hari Selasa (04/9) di acara peresmian sejumlah proyek besar petrokimia di Asaluyeh, selatan Iran menjelaskan bahwa para pekerja keras di industri perminyakan hari ini telah mengambil langkah panjang di jalur kejayaan Iran, produksi dan lapangan kerja.

Rouhani menambahkan,"Peresmian tiga unit besar petrokimia dalam satu hari membuktikan bahwa kita akan melewati masalah dan musuh tidak akan dapat menghentikan bangsa Iran di jalur kemajuan." Hassan Rouhani juga menyinggung bahwa musuh hanya akan berhasil ketika harapan dan gerakan terhenti.

Presiden Iran menandaskan,"Musuh memaksakan beragam masalah terhadap masyarakat, tapi mustahil dapat menguasai Iran dan rakyat Iran atau mengembalikan Republik Islam Iran ke era sebelum Revolusi Islam. Karena itu hanya angan-angan yang tidak mungkin terwujud." Presiden Republik Islam Iran menilai peresmian proyek-proyek besar petrokimia merupakan langkah untuk membuka lapangan kerja bagi para  pemuda, swasembada, ekonomi resistensi dan membawa valuta asing bagi negara dan kebanggaan bagi semua rakyat Iran.

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

"Mereka yang ingin mencegah kemenangan Revolusi Islam dan Perang Pertahanan Suci selama 8 tahun tidak pernah berhasil dan kini di hari-hari berkembangnya negara ini mereka mulai membuat konspirasi baru dihadapan keagungan bangsa Iran," pungkas Rouhani. Presiden Republik Islam Iran hari Selasa (04/9) berada di Asaluyeh untuk meresmikan tiga proyek baru petrokimia unit metanol petrokimia Marjan, Fase 1 pengembangan petrokimia Damavand dan Fase 3 pengembangan petrokimia Pardis.